Purbaya Singgung Kasus Jual Beli Jabatan Bekasi Saat Bahas Integritas dan Inflasi

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 21 Oktober 2025 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti praktik jual beli jabatan saat membahas isu integritas dalam rapat pengendalian inflasi nasional di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (20/10).

Dalam paparannya, Purbaya menyinggung kasus jual beli jabatan di Pemerintah Kota Bekasi yang sempat menyeret mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2022.

“Masih ada praktik jual beli jabatan di daerah yang menandakan lemahnya integritas birokrasi. Padahal, hal semacam ini bisa berdampak langsung pada buruknya tata kelola pemerintahan dan kebijakan ekonomi daerah,” ujar Purbaya.

Baca Juga:  KPK: Proyek ASDP yang Menjadi Bancakan Korupsi, Nilainya Bikin Geleng-geleng Kepala

Ia menjelaskan, peningkatan integritas menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi. Purbaya mencontohkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang menunjukkan masih rendahnya tingkat integritas di sejumlah pemerintah daerah.

“Kalau pejabatnya membeli jabatan, kebijakannya tidak akan berpihak pada masyarakat, tapi pada kepentingan pribadi. Itu yang membuat program ekonomi tidak efektif,” tambahnya.

Kasus jual beli jabatan yang disebut Purbaya memang menjadi salah satu contoh besar praktik korupsi di tingkat daerah. Pada 2022, KPK menetapkan Rahmat Effendi bersama sejumlah pejabat Pemkot Bekasi sebagai tersangka dalam kasus suap terkait mutasi jabatan dan pengadaan proyek pemerintah.

Baca Juga:  Lionel Messi Kini Hanya Butuh Empat Assist Lagi untuk Samai Rekor Sepanjang Masa

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah pusat mendorong penguatan sistem merit dan transparansi dalam pengisian jabatan publik agar praktik serupa tidak terulang.

“Integritas bukan sekadar nilai moral, tapi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik dan efektivitas kebijakan ekonomi,” tutupnya.

 

Penulis : Gibrandi

Berita Terkait

Media Ajukan Permohonan Audit Proyek Revitalisasi Pasar Bantargebang ke Inspektorat Bekasi
DITKRIMSUS POLDA JATENG DISOROT! Surat Konfirmasi Wartawan Diduga Dijadikan Pengaduan, Rahmad Sukendar: Ini Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers*
Peredaran Obat Daftar G di Wilayah Hukum Polsek Pamulang Resahkan Warga, Pengawasan APH Dipertanyakan
Diduga 700 Hektare Tanah Ulayat Suku Melayu “Raib”, BPI KPNPA RI Minta Satgas Mafia Tanah Kejagung dan Mabes Polri Turun Tangan
Rahmad Sukendar Desak Polisi Usut Dugaan Letusan Senjata di Markas GRIB
Beredar Surat Pernyataan Dukungan Transaksi Jual Beli Lapak Antar PKL Alun-Alun Kota Batu Diduga Sengaja Dibuat, Bagas: untuk Halangi Hukum?  
Satpol PP Sebut “Tipiring”, Warga Minta Penindakan Tegas Penjual Miras di Cilincing
Setelah Hampir 2 Tahun, Kasus Dugaan Penggelapan Rp 500 Juta yang Korbannya Wartawan Senior dan Pengurus PWI Pusat Akhirnya Naik ke Tahap Penyidikan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:14 WIB

Media Ajukan Permohonan Audit Proyek Revitalisasi Pasar Bantargebang ke Inspektorat Bekasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:17 WIB

DITKRIMSUS POLDA JATENG DISOROT! Surat Konfirmasi Wartawan Diduga Dijadikan Pengaduan, Rahmad Sukendar: Ini Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers*

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:34 WIB

Peredaran Obat Daftar G di Wilayah Hukum Polsek Pamulang Resahkan Warga, Pengawasan APH Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:23 WIB

Diduga 700 Hektare Tanah Ulayat Suku Melayu “Raib”, BPI KPNPA RI Minta Satgas Mafia Tanah Kejagung dan Mabes Polri Turun Tangan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:44 WIB

Rahmad Sukendar Desak Polisi Usut Dugaan Letusan Senjata di Markas GRIB

Berita Terbaru