Mediasi Kasus Dugaan Pelecehan di SDIT Juara Tuai Kritik dari Pendamping Korban

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co — Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan SDIT Juara terhadap seorang guru wanita berinisial SL menjadi sorotan. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh penjaga sekolah berinisial PR. Dalam penanganannya, pihak keluarga korban dan pendamping hukum menilai proses penyelesaian perkara tidak berjalan secara transparan serta diduga terdapat intimidasi dari oknum penyidik Polda Metro Jaya berinisial DS.

Habibah Binti Ganna selaku pemilik LBH Chakra Bersatu sekaligus Ketua Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara (PWJU) mengungkapkan, dugaan intimidasi muncul saat salah satu guru menghadirkan kerabatnya yang berprofesi sebagai anggota Polri dalam proses mediasi.

“Saat proses mediasi berlangsung, ada oknum penyidik Polda Metro Jaya yang hadir. Kami menduga ada intimidasi terhadap korban maupun pihak keluarga,” ujar Habibah.

Baca Juga:  Tiga Perampok Mobil Pengakut Uang Rp5,6 Miliar di Padang Ditangkap, Ini Motifnya

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait perkembangan kasus tersebut, Kepala Sekolah berinisial MN menyatakan bahwa persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi.

“Sudah dilakukan mediasi secara kekeluargaan, dan turut hadir oknum penyidik Polda dalam musyawarah tersebut, jadi saya anggap sudah clear,” terang MN.

Di sisi lain, EM selaku ayah korban menuturkan bahwa mediasi telah dilakukan sebanyak dua kali. Mediasi pertama disebut berlangsung pada Senin, 8 Mei 2026, secara lisan.

“Pelaku inisial PR mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Namun untuk legalitasnya kami meminta dibuat secara tertulis, termasuk kesepakatan penyelesaian secara kekeluargaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Warung di Marunda Diduga Jual Miras Ilegal Tanpa Batasan Usia, Diduga Dibekingi Oknum Wartawan

EM juga berharap adanya keadilan bagi anaknya yang disebut mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut.

“Psikologinya kena akibat perbuatan pelaku. Sampai sekarang masih trauma. Seharusnya pihak sekolah tegas terhadap pelaku tindak asusila,” imbuhnya.

Wakil Ketua I PWJU, Liyas Manuri Aji, turut menyayangkan adanya dugaan intervensi dalam proses mediasi kasus tersebut. Menurutnya, kehadiran oknum penyidik yang tidak berkaitan langsung dengan perkara dapat mempengaruhi netralitas penyelesaian.

“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan intervensi oleh oknum penyidik yang diundang salah satu guru pendidik karena hubungan saudara. Selain itu, kami juga menyoroti ketidaknetralan pihak kepala sekolah dalam memediasi kasus ini,” tandasnya.

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Berita Terbaru