Program Pengabdian Masyarakat di Sidoarjo Temukan Emosi Lebih Berpengaruh dari Kemampuan Bicara

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO – Sebuah program pengabdian masyarakat bidang Manajemen Kelas yang dilaksanakan oleh Prasetyo Alif Soeprawiro, dosen Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), menemukan bahwa akar permasalahan siswa yang enggan bersikap tegas terhadap teman yang mengganggu bukanlah karena kurangnya kemampuan berkomunikasi, melainkan belum terampilnya pengelolaan emosi dalam interaksi kelas.

Bertempat di salah satu SMA Negeri di Sidoarjo dan berlangsung selama Februari–April 2026, program ini bermula dari laporan sejumlah siswa kelas XII yang merasa tidak nyaman dengan perilaku teman sekelasnya yang dianggap terlalu ingin tahu dan kerap melanggar batas pribadi. Melihat laporan tersebut, Soeprawiro melakukan asesmen untuk memetakan sumber permasalahan yang mengganggu kenyamanan belajar di kelas.

Hasil asesmen awal menunjukkan data yang tidak terduga. Para siswa yang melapor justru memiliki skor komunikasi asertif yang tinggi. “Mereka tahu cara menegur yang sopan. Contohnya, sudah bisa menyusun kalimat seperti ‘Maaf, aku kurang nyaman kalau kamu buka-buka buku tanpa izin’. Namun, saat berhadapan langsung, kalimat itu tidak keluar,” tulis Soeprawiro dalam laporannya, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:  GN AURA KORWIL SUMATERA ADAKAN BULAN PENUH BERKAH RAMADHAN

Penelusuran lebih lanjut menggunakan alat ukur regulasi emosi pada satu kelas mengungkap profil pengelolaan emosi yang belum optimal pada delapan siswa. Para siswa ini memiliki kemampuan menilai ulang situasi (cognitive reappraisal) yang rendah, tetapi kecenderungan menekan emosi (expressive suppression) yang tinggi. Akibatnya, alih-alih mengelola ketidaknyamanan dan menyelesaikannya secara langsung, emosi negatif terus menumpuk dan mengganggu efektivitas interaksi di kelas.

Merujuk pada temuan tersebut, Soeprawiro merancang intervensi berupa pelatihan manajemen kelas yang difokuskan pada pengelolaan emosi selama lima sesi. Lima siswa yang bersedia mengikuti program dilatih untuk memperkuat kemampuan menilai ulang situasi dan mengurangi kebiasaan menekan ekspresi. Dalam laporannya dijelaskan bahwa kemampuan mengelola emosi merupakan gerbang utama sebelum siswa dapat menerapkan komunikasi yang tepat di kelas. Tanpa pengelolaan emosi yang baik, keterampilan lain yang sudah dimiliki akan sulit muncul secara efektif.

Baca Juga:  Fantastis, 4 Hari Menjabat Ketua KPK, Jerat Hasto 2 Kasus Sekaligus. Lalu Bagaimana Harta Kekayaan Ketua KPK yang Masih Aktif di Korps Tribrata?

Setelah program selesai, perbandingan data pra dan pasca-intervensi menunjukkan peningkatan skor cognitive reappraisal hingga +1,34 poin dan penurunan expressive suppression hingga -1,25 poin. Tiga dari lima peserta melaporkan sudah mampu menyampaikan ketidaknyamanan secara langsung dengan cara yang lebih tenang dan memperoleh respons yang lebih baik dari temannya.

Sebagai rekomendasi tindak lanjut, Soeprawiro mendorong guru BK dan wali kelas untuk mengadakan sesi penguatan berkala, memfasilitasi mediasi antar siswa, serta mengintegrasikan materi pengelolaan emosi ke dalam aktivitas bimbingan klasikal guna menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif bagi proses belajar.

Oleh: Prasetyo Alif Soeprawiro

Berita Terkait

Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak Alun-Alun Batu Mengerucut ke Oknum Ketua Paguyuban, Lapak PKL di Cor Permanen, Oknum ASN Terlibat?
Ratusan Buruh Malang Raya Menggelar Aksi Menuntut Pencabutan UU Ciptaker di depan Balai kota Malang
Kuat, Berdaya, dan Inovatif: Kontribusi Perempuan API Majukan Industri Pelabuhan
PkM Dosen Universitas Pamulang Dorong Desa Sukaraja Menuju Desa Mandiri Berbasis Digital
Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Pelabuhan Tanjung Priok Sukses Melayani Arus Mudik Penumpang Kapal Laut 2026

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:02 WIB

Program Pengabdian Masyarakat di Sidoarjo Temukan Emosi Lebih Berpengaruh dari Kemampuan Bicara

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:46 WIB

Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak Alun-Alun Batu Mengerucut ke Oknum Ketua Paguyuban, Lapak PKL di Cor Permanen, Oknum ASN Terlibat?

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:58 WIB

Ratusan Buruh Malang Raya Menggelar Aksi Menuntut Pencabutan UU Ciptaker di depan Balai kota Malang

Jumat, 24 April 2026 - 15:07 WIB

Kuat, Berdaya, dan Inovatif: Kontribusi Perempuan API Majukan Industri Pelabuhan

Sabtu, 18 April 2026 - 02:25 WIB

PkM Dosen Universitas Pamulang Dorong Desa Sukaraja Menuju Desa Mandiri Berbasis Digital

Berita Terbaru

TNI – Polri

Polisi Ringkus Dua Residivis Begal Bersenjata Tajam

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:11 WIB