Potret: guru sekaligus Imam Masjid Al Furqon, mengalami luka lebam (dok-ilustrasi)
Bekasi, teropongrakyat.co – Dugaan tindak pengeroyokan terhadap seorang guru sekaligus Imam Masjid Al Furqon, M. Rifky Afzalurrahman, menjadi perhatian keluarga dan masyarakat. Peristiwa tersebut diduga terjadi di kediaman korban yang juga merupakan lingkungan lembaga pendidikan dan tempat ibadah.
Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula ketika M. Rifky menegur seorang anak yang memanjat pagar sekolah. Teguran tersebut diduga tidak diterima oleh orang tua anak, sehingga terjadi adu argumen. Tidak lama kemudian, orang tua anak tersebut diduga menghubungi sejumlah orang yang kemudian mendatangi rumah korban.
Sesampainya di lokasi, sekelompok orang diduga melakukan pengeroyokan terhadap M. Rifky Afzalurrahman dan Helmy Aulia Rachman. Akibat kejadian tersebut, M. Rifky mengalami luka lebam di bagian wajah dan mata, sebagaimana terlihat dari dokumentasi yang dimiliki keluarga.
Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polsek Tarumajaya pada 9 Juli 2026. Namun, menurut keluarga, hingga saat ini belum ada perkembangan penanganan perkara yang mereka nilai signifikan.
Keluarga menyayangkan terjadinya aksi kekerasan di lingkungan yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan tokoh agama. Mereka menilai persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan secara baik-baik justru berujung pada dugaan tindak kekerasan yang merugikan banyak pihak.
Pernyataan Keluarga Korban
“Kami sangat menyayangkan terjadinya dugaan pengeroyokan yang menimpa anggota keluarga kami, M. Rifky Afzalurrahman, yang merupakan guru sekaligus Imam Masjid Al Furqon. Peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan luka fisik, tetapi juga menimbulkan trauma dan rasa tidak aman bagi keluarga kami. Kami telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polsek Tarumajaya pada 9 Juli 2026. Oleh karena itu, kami berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan yang cepat, profesional, objektif, dan transparan dalam menangani perkara ini. Kami meminta agar seluruh pihak yang diduga terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga korban memperoleh keadilan dan kepastian hukum. Besar harapan kami agar kasus ini segera ditindaklanjuti secara serius demi tegaknya hukum serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.”
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum segera memberikan kepastian hukum atas laporan yang telah disampaikan, sehingga proses penegakan hukum dapat berjalan secara adil, transparan, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Mereka juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, khususnya di lingkungan pendidikan dan tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang yang aman dan damai.



























































