Warisan Leluhur Menjadi Kekuatan Bangsa! DAD DKI Jakarta Kukuhkan Pengurus Baru, Tegaskan Peran Adat Menyatu dengan Pembangunan Negara

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara – Teropongrakyat.com – 15 Agustus 2026 – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan Ibu Kota yang modern dan dinamis, nilai-nilai luhur budaya leluhur justru tampil semakin kokoh dan relevan. Balai Yos Sudarso, Jakarta Utara, menjadi saksi pengukuhan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi DKI Jakarta Periode 2026–2031 sebuah momen yang bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan pernyataan tegas: adat tidak bertentangan dengan kemajuan, justru menjadi fondasi yang memperkuat persatuan dan pembangunan bangsa.

Mengusung prinsip luhur “Adil Ka Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” Adil bagi sesama, Bijaksana bagi bumi, dan Beriman kepada Tuhan, pengukuhan ini menegaskan bahwa nilai-nilai adat Dayak adalah nilai universal yang juga menjadi jiwa bangsa Indonesia. Prosesi sakral potong umpang yang dilakukan Walikota Jakarta Utara Henda Hidayat, mewakili Gubernur DKI Jakarta, menjadi simbol pengakuan resmi: keberadaan DAD bukan sekadar pelestarian budaya, melainkan mitra strategis negara dalam menjaga kerukunan sosial dan persatuan antarsuku.

Baca Juga:  Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Kembali Memakan Korban

Warisan Leluhur Menjadi Kekuatan Bangsa! DAD DKI Jakarta Kukuhkan Pengurus Baru, Tegaskan Peran Adat Menyatu dengan Pembangunan Negara - Teropong Rakyat

Kehadiran tokoh-tokoh adat dan pemimpin organisasi dari tingkat pusat hingga daerah termasuk Ketua Umum DAD Tamunan Kiting, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Dr. Martin Billa, hingga perwakilan Gubernur Kalimantan Utara — membuktikan bahwa komunitas Dayak di Jakarta tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari gerakan nasional yang besar. Dukungan resmi dari Badan Kesbangpol DKI Jakarta semakin mempertegas: organisasi adat adalah pilar penting dalam memperkokoh persatuan nasional, bukan sekadar kelompok budaya semata.

Ketua Umum DAD Tamunan Kiting menegaskan visi strategis periode ke depan: DAD DKI Jakarta tidak hanya merawat warisan leluhur, melainkan menyusun program kerja yang nyata dan terukur bagi kesejahteraan warga Dayak di Ibu Kota, sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. Ini adalah arah baru di mana adat tidak hanya hidup dalam upacara, tetapi bekerja dalam program, melayani masyarakat, dan bersinergi dengan pemerintah.

Presiden MADN Dr. Martin Billa mengingatkan agar DAD tetap berdiri di atas tiga pilar: keadilan, keterbukaan, dan kemandirian. Tiga nilai ini menjadi jaminan bahwa lembaga adat akan tetap dipercaya, kuat, dan mampu menjembatani kepentingan warga dengan kebijakan negara secara seimbang dan berintegritas.

Baca Juga:  Santa Klaus Satgas Yonif 323 Kostrad Buaya Putih Hadir Membawa Kebahagian di Jantung Pedalaman Papua

Warisan Leluhur Menjadi Kekuatan Bangsa! DAD DKI Jakarta Kukuhkan Pengurus Baru, Tegaskan Peran Adat Menyatu dengan Pembangunan Negara - Teropong Rakyat

Rapat kerja daerah yang digelar setelah pengukuhan membahas program prioritas, penguatan kelembagaan, dan strategi kolaborasi lintas sektor selama lima tahun ke depan. Artinya, pengurus baru tidak hanya mengemban amanah adat, tetapi juga siap menjadi mitra pembangunan yang profesional, terencana, dan akuntabel.

Diselingi tarian khas Kalimantan yang penuh semangat, acara ini menutup rangkaian kegiatan dengan nuansa yang hangat dan penuh harapan. Di usia kemerdekaan RI yang ke-81, pengukuhan DAD DKI Jakarta mengirim pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: persatuan bangsa tumbuh ketika kita bangga pada akar budaya masing-masing, dan bersatu dalam cita-cita bersama. Adat Dayak tidak hanya milik orang Dayak nilainya adalah kekayaan Indonesia yang memperkuat fondasi negara ini.

Reporter : Johan S / Mayuli S

Berita Terkait

Dokumen Disensor, Aturan Dilanggar! Herbert Aritonang Bongkar Kejanggalan Dasar Ijazah Gibran: “Rakyat Berhak Tahu Kebenarannya”
Kawah Candradimuka, laku spiritual, filosofi kepemimpinan Jawa dan sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam KITAB MA HA IS MA YA
Kekerasan Tak Boleh Lagi Dibiarkan! Theo Hesegem Desak Presiden Prabowo Terbitkan Kebijakan Nasional Penyelesaian Konflik Papua
Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri
Andria: MBG Bukan Sekadar Makanan, Tapi Investasi Masa Depan Anak
Dugaan Mafia Pertalite di Karawang Disorot, APH Diminta Bertindak
SPPG Diperkuat, Manfaat MBG Meluas ke UMKM, Pedagang, Petani hingga Pekerja Lokal
Sidang Jawaban Eksepsi Nana Sutisna (Kades Parakan): Kuasa Hukum Sorot Jawaban JPU, Putusan Sela 17 September 2026

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:16 WIB

Dokumen Disensor, Aturan Dilanggar! Herbert Aritonang Bongkar Kejanggalan Dasar Ijazah Gibran: “Rakyat Berhak Tahu Kebenarannya”

Jumat, 11 September 2026 - 20:20 WIB

Kawah Candradimuka, laku spiritual, filosofi kepemimpinan Jawa dan sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam KITAB MA HA IS MA YA

Jumat, 11 September 2026 - 19:23 WIB

Kekerasan Tak Boleh Lagi Dibiarkan! Theo Hesegem Desak Presiden Prabowo Terbitkan Kebijakan Nasional Penyelesaian Konflik Papua

Kamis, 10 September 2026 - 23:39 WIB

Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri

Kamis, 10 September 2026 - 21:05 WIB

Andria: MBG Bukan Sekadar Makanan, Tapi Investasi Masa Depan Anak

Berita Terbaru