Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Perhatian terhadap kondisi Yasmin Naila Jazila (14), warga Kalibaru RT. 03/RW. 07, Cilincing, Jakarta Utara, terus mengalir. Anak yang sempat viral karena menderita penyakit autoimun langka itu mendapat kunjungan langsung dari Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat beserta jajaran. Senin, (07/09/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota hadir bersama Suku Dinas Kesehatan, PKK, aparat wilayah, serta Baznas Jakarta Utara. Pemkot Jakarta Utara juga terus berkoordinasi untuk mencari dukungan terbaik bagi kebutuhan pengobatan dan perawatan Yasmin.
Redaksi TeropongRakyat.co turut mengunjungi kediaman Yasmin, didampingi Ketua RW 07 Cahar dan Sekretaris Kelurahan Kalibaru, Marta. Dalam kesempatan itu, ibu kandung Yasmin, Tri Wulan Oktavianty, menceritakan perjuangannya mendampingi sang anak menjalani pengobatan.
Menurut Tri Wulan, kondisi ekonomi keluarga sempat membuat dirinya hampir putus asa. Pasalnya, terdapat sejumlah kebutuhan pengobatan yang tidak seluruhnya tercover BPJS Kesehatan, ditambah biaya susu yang cukup mahal.
“Semula kami hampir putus asa karena biaya pengobatan. Ada beberapa obat yang tidak tercover BPJS, belum lagi susu yang mahal,” ujar Tri Wulan.
Namun, kepedulian masyarakat dan respons cepat pemerintah membuat beban keluarga Yasmin mulai terbantu. Dukungan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut agar Yasmin memperoleh kebutuhan pengobatan dan perawatan yang diperlukan.
Ketua RW 07, Cahar, mengatakan pihak wilayah akan terus memantau perkembangan kondisi Yasmin serta berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Kami akan terus memantau perkembangan adik Yasmin untuk kesehatannya dan kolaborasi dengan pihak terkait untuk pengobatannya. Kita pihak wilayah berterima kasih atas kunjungan Pak Wali Kota dan bantuannya terhadap warga kami yang membutuhkan saat ini,” ucap Cahar.
Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam membantu keluarga menghadapi kebutuhan pengobatan penyakit langka.



























































