Viral! Diduga Persiapkan Senjata Tajam di Dalam Andrew Party Mart Sunter, Polisi Diminta Bertindak

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi/tangkapan layar


JAKARTA UTARA, teropongrakyat.co — Dugaan pengeroyokan terhadap seorang pengunjung bernama Farel di Andrew Party Mart, kawasan Sunter, Jakarta Utara, berbuntut panjang. Keluarga korban kini mempertanyakan penanganan hukum atas perkara tersebut setelah suami Vani, orang tua Farel, disebut ditahan terkait keributan yang terjadi setelah kejadian.

Peristiwa bermula pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, saat Andrew Party Mart tutup. Farel bersama sejumlah temannya yang sebelumnya merayakan ulang tahun sejak Sabtu malam keluar dari area klub menuju parkiran.

Menurut Vani, di area parkir terjadi keributan antara temannya Farel yang disebut bernama Yakobus alias Kecot dengan sejumlah security. Farel kemudian berusaha melerai.

Namun, situasi justru berubah. Vani menduga sejumlah security dan kru Andrew Party Mart kemudian mengeroyok Farel.

“Anak saya awalnya hanya mau memisahkan temannya. Tapi kemudian security datang dan mengeroyok anak saya,” ujar Vani. Minggu 30/8/2026.

Vani menyebut Farel mengalami memar parah, luka-luka dan sempat pingsan setelah kejadian. Teman-temannya kemudian membawa Farel pulang dalam kondisi terluka.

Masalah semakin memanas setelah suami Vani pulang bekerja dan melihat kondisi anaknya. Tidak terima anaknya diduga menjadi korban pengeroyokan, ia kemudian mendatangi Andrew Party Mart untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pertemuan tersebut justru berujung keributan.

Baca Juga:  Kota Malang Raih Penghargaan ProKlim 2025, Wali kota Malang Beri Pesan Fundamental

Keluarga Pertanyakan Keadilan

Vani tidak mempersoalkan apabila suaminya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila memang terbukti melakukan tindak pidana. Namun, ia mempertanyakan mengapa dugaan pengeroyokan terhadap anaknya juga tidak mendapat penanganan yang menurutnya setara.

“Kalau suami saya salah, silakan diproses. Tapi yang mengeroyok anak saya bagaimana? Kenapa suami saya yang ditahan, sementara yang mengeroyok anak saya tidak ditahan?” tegas Vani.

Persoalan semakin menjadi sorotan setelah beredar video yang menurut Vani memperlihatkan sejumlah orang diduga mempersiapkan senjata tajam sebelum keributan.

“Sekarang videonya sudah viral, terlihat bagaimana mereka mempersiapkan senjata tajam. Terus apa yang dilakukan polisi? Apa karena kami membela diri dan kami tidak punya uang, jadi suami kami yang ditahan?” ucap Vani dengan marah.

“Jangan Hanya Satu Sisi yang Diproses”

Vani mendesak kepolisian mengusut perkara secara menyeluruh, bukan hanya melihat keributan yang terjadi setelah suaminya mendatangi klub.

Ia meminta dugaan pengeroyokan terhadap Farel, pihak-pihak yang terlibat, video yang beredar, saksi-saksi, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi diperiksa untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.

Baca Juga:  “Perang dengan Daftar G”, Antara Komitmen dan Kenyataan di Lapangan

“Yang kami minta hanya keadilan. Jangan hanya satu pihak yang diproses. Kalau memang suami saya salah, proses sesuai hukum. Tapi dugaan pengeroyokan terhadap anak saya juga harus diusut,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena terdapat dua rangkaian peristiwa yang saling berkaitan, yakni dugaan pengeroyokan terhadap Farel dan keributan yang terjadi setelah keluarga korban mendatangi lokasi.

Pertanyaan publik kini mengarah pada bagaimana kepolisian menangani seluruh rangkaian kejadian tersebut secara objektif dan proporsional.

Apakah dugaan pengeroyokan terhadap Farel telah ditangani? Siapa saja yang terlibat? Benarkah terdapat persiapan senjata tajam sebelum keributan? Dan bagaimana status hukum masing-masing pihak?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk dijawab melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang transparan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Andrew Party Mart, security maupun kru yang disebut dalam keterangan keluarga belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak.

Penulis : Rocky A. Karim

Berita Terkait

Festival Kalibaru 2026 Semarak, 400 Perahu Nelayan Meriahkan Parade Pesisir Jakarta Utara
Kebakaran Lahan Kosong di Cilincing, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Kebakaran Lahan Kosong di Nusa Kirana Rorotan, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Wali Kota Batu Lepas Peserta Muktamar NU, Doakan Keselamatan hingga Kembali ke Kota Batu
Budiyono Tegaskan Pendampingan Karyawan PTPN I Bukan untuk Kembali Jadi Pegawai
Gemerlap Spa Ibu Kota di Tengah Dugaan Prostitusi Terselubung, Siapa yang Mengawasi?
Tahun 2026, Warga Cilincing Masih Menyeberang Kali Pakai Eretan: Di Mana Pemerataan Infrastruktur Jakarta?
Proyek Strategis Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang Mulai Dikerjakan, Sosialisasi Digelar di Semper Barat

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Festival Kalibaru 2026 Semarak, 400 Perahu Nelayan Meriahkan Parade Pesisir Jakarta Utara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Viral! Diduga Persiapkan Senjata Tajam di Dalam Andrew Party Mart Sunter, Polisi Diminta Bertindak

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Kebakaran Lahan Kosong di Cilincing, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kebakaran Lahan Kosong di Nusa Kirana Rorotan, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Wali Kota Batu Lepas Peserta Muktamar NU, Doakan Keselamatan hingga Kembali ke Kota Batu

Berita Terbaru