Tahun 2026, Warga Cilincing Masih Menyeberang Kali Pakai Eretan: Di Mana Pemerataan Infrastruktur Jakarta?

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Persoalan akses penyeberangan warga di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, hingga kini belum juga mendapatkan solusi permanen. Memasuki tahun 2026, masyarakat masih harus mengandalkan eretan atau kapal getek untuk menyeberangi kali dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kamis, (27/08/2026).

Warga dari kawasan Rawa Malang, Kampung Sawah, dan wilayah sekitarnya masih menggunakan jasa eretan sebagai akses penghubung. Untuk sekali menyeberang, warga dikenakan biaya sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000.

Kondisi tersebut menjadi ironi tersendiri di tengah ambisi Jakarta membangun citra sebagai kota global. Sebab, kebutuhan yang dihadapi masyarakat bukanlah fasilitas mewah, melainkan infrastruktur dasar berupa jembatan yang aman dan dapat digunakan tanpa harus membayar setiap kali menyeberang.

Eretan sendiri bukanlah moda transportasi baru. Keberadaannya telah dikenal masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Namun hingga kini, sarana tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan warga Cilincing.

Baca Juga:  FH UBT Laksanakan Kuliah Umum Perbatasan, Hadirkan Narasumber Dr. Fri Hartono,S.H. M.H, Dari Kejaksaan Agung RI

Pertanyaannya, mengapa setelah puluhan tahun pembangunan Jakarta berjalan, masyarakat di kawasan tersebut masih belum mendapatkan akses jembatan yang layak?

Pembangunan kota seharusnya tidak hanya diukur dari megahnya proyek infrastruktur, gedung bertingkat, pelebaran jalan, maupun kawasan yang berkembang pesat. Pemerataan juga semestinya terlihat dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang selama ini berada di pinggiran pusat pembangunan.

Bagi warga yang setiap hari harus menyeberang, keberadaan jembatan bukan sekadar persoalan fasilitas. Jembatan merupakan akses penting untuk bekerja, bersekolah, berdagang, serta menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

Jika akses sederhana seperti jembatan saja belum tersedia, maka pemerintah perlu kembali melihat apakah pembangunan benar-benar telah dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Jakarta.

Kondisi ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah kota administrasi terkait. Perlu ada penjelasan mengenai status kebutuhan jembatan tersebut, apakah sudah pernah diusulkan, apakah telah masuk perencanaan pembangunan, serta kapan masyarakat dapat memperoleh akses penyeberangan yang lebih layak.

Baca Juga:  Ketua Umum Laskar Bugis Makassar Nusantara Mendesak BPW KKSS Kalbar Untuk Memerintahkan BPD se-Kalbar Untuk Musda

Jangan sampai masyarakat terus diminta menunggu sementara setiap hari mereka harus mengeluarkan uang hanya untuk berpindah dari satu sisi kali ke sisi lainnya.

Di tahun 2026, ketika Jakarta terus berbicara tentang transformasi menjadi kota global, masih adanya warga yang bergantung pada eretan menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak cukup hanya terlihat dari pusat kotanya. Kemajuan juga harus dirasakan oleh masyarakat yang berada di pelosok wilayahnya.

TeropongRakyat.co akan terus memantau persoalan akses penyeberangan warga Cilincing dan menunggu langkah konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur dasar tersebut.

Berita Terkait

LPKP Lapor Oknum Kades Muara Pari ke Kejagung, Mabes Polri & KPK: Sengketa Lahan Adat 190 Ha Karendan
Kuasa Hukum Tempuh Praperadilan Polsek Koja, Polisi Bantah Salah Tangkap dan Kekerasan
Teladani Akhlak Rasul, Grand Soll Marina Hotel Tangerang Gelar Maulid Akbar Bersama Habib Hafid Baraqbah
MAULID NABI MUHAMMAD SAW: WARGA SUNTER KANGKUNGAN TELAGA MURNI 2 BERSHOLAWAT DAN MEMPERERAT SILATURAHMI
Ketua Kelompok Tani Sejahtera Maju Jaya Minta Ketum HMTN-MP Asril Naska Turun ke Lahan Sengketa 415 Hektare
22 Tahun Menggunung, TPS Ilegal Nagrak Jadi Cermin Carut-Marut Pengelolaan Sampah Jakarta, Pansus DPRD DKI Tinjau Langsung!
Selamat Nur Kharisma sebagai Presma Jayabaya Didikan Farid Sudrajat Periode 2026–2027
Liburan Sambil Ibadah! Grand Soll Marina Hotel Tangerang Buka Trip Religi ke Makam Abuya Uci Cilongok

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:26 WIB

LPKP Lapor Oknum Kades Muara Pari ke Kejagung, Mabes Polri & KPK: Sengketa Lahan Adat 190 Ha Karendan

Jumat, 4 September 2026 - 13:34 WIB

Kuasa Hukum Tempuh Praperadilan Polsek Koja, Polisi Bantah Salah Tangkap dan Kekerasan

Kamis, 3 September 2026 - 22:46 WIB

Teladani Akhlak Rasul, Grand Soll Marina Hotel Tangerang Gelar Maulid Akbar Bersama Habib Hafid Baraqbah

Kamis, 3 September 2026 - 21:39 WIB

MAULID NABI MUHAMMAD SAW: WARGA SUNTER KANGKUNGAN TELAGA MURNI 2 BERSHOLAWAT DAN MEMPERERAT SILATURAHMI

Kamis, 3 September 2026 - 15:47 WIB

Ketua Kelompok Tani Sejahtera Maju Jaya Minta Ketum HMTN-MP Asril Naska Turun ke Lahan Sengketa 415 Hektare

Berita Terbaru

TNI – Polri

Misi Close Air Support AH-64 Apache Warnai SGS 2026

Jumat, 4 Sep 2026 - 23:30 WIB

TNI – Polri

Pasukan Airborne SGS 2026 Laksanakan Operasi Lanjutan Dalam Materi

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:24 WIB