JAKARTA UTARA, TeropongRakyat.co — Proyek strategis pembangunan pipanisasi bahan bakar minyak (BBM) sepanjang kurang lebih 96 kilometer yang menghubungkan Cikampek hingga Plumpang mulai memasuki tahapan pekerjaan. Salah satu wilayah yang menjadi bagian dari jalur proyek tersebut berada di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Proyek yang dikerjakan oleh PT PP tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua tahun, terhitung sejak 25 Juli 2025 hingga 25 Juli 2027.
Memasuki tahapan pekerjaan di wilayah Semper Barat, sosialisasi proyek mulai dilakukan pada 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya Dewan Kota Jakarta Utara, Kasi Ekbang Kelurahan Semper Barat, perwakilan Kecamatan Cilincing, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LMK, Satpol PP, para ketua RW di wilayah Semper Barat serta sejumlah tokoh masyarakat.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian penting sebelum pekerjaan dilakukan pada titik-titik yang telah ditentukan. Masyarakat perlu mengetahui secara jelas lokasi pekerjaan, tahapan pelaksanaan, hingga dampak yang kemungkinan muncul selama proses pembangunan berlangsung.
Humas PT PP, Iyus Yusuf, S.K, mengatakan proyek pipanisasi tersebut memiliki masa pelaksanaan selama dua tahun. Menurutnya, sosialisasi di wilayah Semper Barat menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait proyek yang akan berjalan.
“Proyek ini berjalan dua tahun dan hari ini mulai dilakukan sosialisasi di Semper Barat,” ujar Iyus.
Ia menjelaskan, sosialisasi tidak berhenti pada pertemuan dengan unsur pemerintahan maupun tokoh masyarakat. Informasi mengenai proyek tersebut nantinya akan diteruskan kepada warga, khususnya masyarakat yang berada di sekitar titik-titik pekerjaan.
“Sosialisasi oleh tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat daerah ini nantinya akan diteruskan kepada warga sesuai titik-titik yang digunakan untuk pengerjaan proyek,” jelasnya.
Dengan panjang jalur mencapai sekitar 96 kilometer, proyek pipanisasi Cikampek–Plumpang tentunya bersinggungan dengan berbagai wilayah dan aktivitas masyarakat. Karena itu, keterbukaan informasi serta koordinasi antara pelaksana proyek, pemerintah wilayah dan masyarakat menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Terlebih, pekerjaan konstruksi di kawasan permukiman maupun wilayah dengan aktivitas masyarakat yang padat berpotensi menimbulkan gangguan sementara, seperti perubahan akses jalan, aktivitas alat berat, hingga persoalan keselamatan di sekitar lokasi pekerjaan.
Masyarakat pun diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan masukan maupun keluhan apabila selama proses pekerjaan ditemukan persoalan di lapangan.
TeropongRakyat.co akan terus memantau perkembangan proyek pipanisasi Cikampek–Plumpang, khususnya pelaksanaan pekerjaan di wilayah Jakarta Utara, termasuk dampaknya terhadap aktivitas dan kepentingan masyarakat sekitar.


























































