MALANG | Teropongrakyat.co – Kabupaten Malang kembali diwarnai sejumlah kejadian kebakaran. Dalam sehari, Rabu (26/8/2026), sedikitnya empat kejadian kebakaran terjadi di wilayah berbeda, mulai dari rumah warga hingga lahan tebu, tumpukan sampah, dan lahan bambu.
Empat lokasi tersebut berada di Desa Bokor, Kecamatan Turen; Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso; Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen; serta Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang harus berjibaku di sejumlah lokasi untuk mencegah api meluas.
Dari empat kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Namun, satu kejadian kebakaran rumah di Kecamatan Turen menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Rumah di Turen Terbakar akibat Korsleting Listrik
Kebakaran pertama terjadi pada pagi hari di sebuah rumah yang berada di Jalan Kebon Alas, Desa Bokor, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 07.10 WIB. Objek yang terbakar merupakan rumah berukuran kurang lebih 6 x 11 meter persegi.
Berdasarkan laporan petugas, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada mesin Sanyo. Awalnya terlihat kepulan asap yang berasal dari bagian rumah dan kemudian asap tersebut semakin tebal hingga muncul kobaran api.
Api dengan cepat membesar dan mulai merambat ke bagian rumah lainnya. Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga kemudian segera menghubungi Damkar Kabupaten Malang untuk mendapatkan penanganan.
Tim Damkar bergerak cepat. Unit diberangkatkan sekitar pukul 07.12 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB.
Petugas Regu 2 Damkar Kabupaten Malang mengerahkan dua unit kendaraan, yakni U4 dan U8, dengan kekuatan lima personel.
Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala. Sekitar pukul 08.10 WIB, api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Setelah proses penanganan selesai, petugas kemudian kembali ke mako/pos sekitar pukul 09.30 WIB.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Lahan Tebu Seluas Dua Hektare Terbakar di Karangploso
Belum selesai rangkaian kejadian kebakaran pada pagi hari, petugas kembali mendapat laporan kebakaran di wilayah Kecamatan Karangploso.
Kebakaran terjadi di kawasan lahan tebu sekitar Jalan Bumi Perkasa, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Laporan diterima petugas pada sekitar 18.40 WIB. Objek yang terbakar merupakan lahan tebu dengan luas kurang lebih dua hektare.
Menurut laporan, kobaran api sebelumnya telah terlihat oleh warga sekitar. Sekitar pukul 11.50 WIB, warga mengetahui adanya api yang sudah cukup besar di kawasan tersebut.
Warga kemudian berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena api terus membesar dan merambat di area lahan, warga akhirnya meminta bantuan kepada Damkar Kabupaten Malang.
Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi. Regu 3 Damkar Kabupaten Malang mengerahkan dua unit kendaraan, yakni U7 dan U10, dengan total tujuh personel.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.05 WIB. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena objek yang terbakar berupa lahan tebu dengan area yang cukup luas.
Api akhirnya berhasil dinyatakan padam sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah memastikan kondisi aman dan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala, petugas meninggalkan lokasi dan tiba di mako/pos sekitar pukul 21.30 WIB.
Dugaan sementara, kebakaran lahan tebu tersebut dipicu sisa pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan.
Dalam penanganan tersebut, petugas Damkar juga mendapat dukungan dari unsur Polsek Karangploso dan Koramil.
Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam kejadian ini.

Sampah Terbakar di Ardirejo Kepanjen
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di wilayah Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen.
Laporan kebakaran diterima Damkar Kabupaten Malang sekitar 18.35 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Katu, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen.
Objek yang terbakar berupa sampah dengan luas area sekitar 45 meter persegi.
Kebakaran diduga bermula saat ada warga yang melakukan aktivitas membakar sampah. Api yang semula kecil kemudian membesar dan tidak terkendali.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir api merambat ke lingkungan sekitar. Warga kemudian menghubungi petugas Damkar Kabupaten Malang untuk meminta bantuan pemadaman.
Tim Damkar Regu 3 mengerahkan dua unit kendaraan, yakni U-04 dan U-08, dengan kekuatan enam personel.
Petugas berangkat sekitar pukul 18.40 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB.
Petugas langsung melakukan penyemprotan dan pengendalian api. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga akhirnya api dinyatakan padam sekitar 22.00 WIB.
Dalam penanganan tersebut, Damkar dibantu sejumlah unsur terkait, yakni tiga personel BPBD, satu Babinsa, lima personel Polres, serta dua relawan.
Petugas kemudian kembali ke mako sekitar pukul 22.20 WIB.
Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian kebakaran sampah tersebut.
Lahan Bambu di Wajak Ikut Terbakar
Kebakaran keempat terjadi pada malam hari di wilayah Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Laporan diterima petugas sekitar 20.34 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Baran, Desa Sukoanyar.
Objek yang terbakar merupakan lahan bambu dengan luas sekitar 15 x 10 meter.
Berdasarkan laporan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar bambu. Api kemudian membesar dan tidak terkendali sehingga warga segera menghubungi Damkar Kabupaten Malang.
Setelah laporan diterima, petugas melakukan share location sekitar pukul 20.35 WIB dan unit diberangkatkan pada pukul 20.55 WIB.
Tim tiba di lokasi sekitar 21.17 WIB. Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat lebih luas.
Regu 3 Damkar Kabupaten Malang mengerahkan satu unit kendaraan U-04 dengan tiga personel, dibantu tiga personel BPBD.
Berkat penanganan petugas, api berhasil dipadamkan sekitar 21.54 WIB. Setelah dilakukan pengecekan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, petugas kemudian kembali ke mako dan tiba sekitar pukul 22.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Warga Diimbau Waspada
Empat kejadian kebakaran yang berlangsung dalam satu hari tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Malang untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas pembakaran sampah, bambu, maupun material lainnya.
Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar apabila berada di dekat bahan yang mudah terbakar. Kondisi tersebut semakin berisiko apabila api berada di lahan terbuka, tumpukan sampah, tanaman kering, atau kawasan yang banyak terdapat material mudah terbakar.
Selain faktor pembakaran, kejadian kebakaran rumah di Kecamatan Turen juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi dan peralatan listrik di dalam rumah.
Masyarakat diimbau tidak meninggalkan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan. Apabila api mulai membesar dan sulit dikendalikan, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., tercantum sebagai pejabat yang memberikan laporan terkait rangkaian penanganan kejadian kebakaran tersebut.
Secara keseluruhan, dari empat kejadian kebakaran pada Rabu (26/8/2026), tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia maupun korban luka. Petugas Damkar Kabupaten Malang bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penanganan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak meluas ke permukiman maupun area lainnya.
Rangkaian kejadian tersebut juga menjadi perhatian agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Terlebih, kebakaran lahan dan sampah berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Kecepatan warga dalam melaporkan kejadian serta respons petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.


























































