Kebakaran Rumah di Pakisaji, Satu Orang Luka dan Kerugian Capai Rp300 Juta

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG | Teropongrakyat.co — Kebakaran menghanguskan sebuah rumah tinggal di Jalan Raya Kebonagung No. 33, RT 22/RW 04, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (21/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.40 WIB. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan (PPK) Damkar Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., mengatakan unit pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 03.55 WIB. Petugas kemudian berjibaku memadamkan api hingga akhirnya dinyatakan padam pada pukul 05.45 WIB.

“Laporan kami terima pukul 03.40 WIB. Unit berangkat pukul 03.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.55 WIB. Api dinyatakan padam pukul 05.45 WIB,” ujar Win Haliem.

Baca Juga:  Ada Apa di Balik Penembakan Nelayan oleh TNI AL di Tanjung Jabung

Berdasarkan hasil penanganan sementara, kebakaran diduga dipicu obat nyamuk bakar yang berada di lantai dua rumah. Saat kejadian, pemilik rumah, Suhartini (54), sedang berada di pasar.

Sementara itu, anak pemilik rumah, Ravi (25), sedang tidur di kamar lantai dua. Ia terbangun setelah merasakan panas dari kobaran api yang berada di sekitar kamarnya.

Ravi kemudian berupaya menyelamatkan diri sekaligus membangunkan tetangga. Warga sekitar juga berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas Damkar Kabupaten Malang tiba di lokasi.

Ketua RT setempat, Agus, yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan kebakaran kepada Damkar Kabupaten Malang untuk mendapatkan penanganan.

Dalam kejadian tersebut, Ravi mengalami luka ringan dan mendapat penanganan. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia.

Baca Juga:  Fauzan Ketua DPD AKPERSI Tanggapi Polemik Penggunaan Dana Desa di Pasir Panjang

Rumah pribadi dengan luas sekitar 60 meter persegi tersebut mengalami kerusakan akibat kebakaran. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

Untuk menangani kebakaran, Damkar Kabupaten Malang mengerahkan dua unit kendaraan, yakni U7 dan U10, dengan kekuatan enam personel dari Regu 4.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan sumber api di dalam rumah, termasuk obat nyamuk bakar. Api kecil yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat memicu kebakaran, terlebih ketika digunakan di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar.

Setelah proses pemadaman dan penanganan selesai, seluruh personel Damkar Kabupaten Malang kembali ke mako sekitar pukul 06.39 WIB.

Berita Terkait

Cek Kesehatan Gratis LDII Pakisaji Disambut Antusias Warga
Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Diduga Abaikan K3, Papan Proyek Dipasang di Samping Rumah Warga
37 Inovasi Perumda Tirta Kanjuruhan Perkuat Kabupaten Malang di IGA 2026
Oven Korslet, Home Industri Tusuk Sate di Turen Terbakar
Ditinggal ke Toko, Rumah Warga Genengan Pakisaji Terbakar
Kebakaran Dapur RSSA Malang, Layanan Rumah Sakit Tetap Jalan
Situs Watu Lumpang hingga Linggayoni Dikenalkan ke Siswa, Museum Keliling Telusuri Jejak DAS Metro
Bangun Generasi Tangguh, BPBD Kota Malang Gelar Simulasi SPAB di SMKN 7 Malang Bersama Walikota Malang

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 12:41 WIB

Cek Kesehatan Gratis LDII Pakisaji Disambut Antusias Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 18:13 WIB

Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Diduga Abaikan K3, Papan Proyek Dipasang di Samping Rumah Warga

Jumat, 11 September 2026 - 21:32 WIB

37 Inovasi Perumda Tirta Kanjuruhan Perkuat Kabupaten Malang di IGA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Oven Korslet, Home Industri Tusuk Sate di Turen Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 11:35 WIB

Ditinggal ke Toko, Rumah Warga Genengan Pakisaji Terbakar

Berita Terbaru

TNI – Polri

Satgas Kahurtla TNI Gelar Sholat Istisqo dan Sosialisasi di Melawi

Senin, 14 Sep 2026 - 10:24 WIB