KAMPUNG TUGU, JAKARTA UTARA – Teropongrakyat.co – 27 Agustus 2026 – Kehadiran Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, beserta jajaran dalam Festival Kampung Tugu 2026 menjadi titik balik penting bagi pelestarian situs bersejarah ini. Dalam peringatan 279 tahun Gedung Gereja Tugu yang diselenggarakan IKBT diketuai Rensyi Jane Rusyard Michiels bersama GPIB Tugu pimpinan Ketua Majelis Jemaat Pdt. Josep Bates Raku, S.Si.Teol., pemerintah daerah memberikan apresiasi sekaligus dukungan nyata yang membuka jalan bagi pengakuan lebih luas atas warisan budaya Portugis-Tugu.
Walikota secara tegas menyatakan bahwa Kampung Tugu bukan sekadar milik warga setempat, melainkan warisan seluruh warga Jakarta yang wajib dijaga dan dikembangkan bersama-sama. Pernyataan ini bukan sekadar ucapan selamat, melainkan pengakuan resmi yang menempatkan Kampung Tugu pada peta prioritas pelestarian budaya ibu kota dari keroncong, tarian Noni Tugu, tradisi adat, hingga arsitektur gereja yang berdiri sejak 1678.

Puncak perayaan pada 23 Agustus diawali dengan Ibadah Ucapan Syukur yang dipimpin Pdt. Gomar Gultom, Ketua Majelis Pertimbangan PGI, dilanjutkan dengan pentas seni budaya yang memukau: Musik Keroncong Tugu, Tarian Noni Tugu, Gambang Kromong, Palang Pintu, hingga penampilan spesial Once Mekel. Rangkaian acara yang berlangsung sejak 15 Agustus mulai dari Turnamen Domino berhadiah Rp 20 juta, Senam Kreasi, Fun Games, Lomba Mewarnai, hingga Bazar UMKM menunjukkan bahwa pelestarian budaya berjalan beriringan dengan kebersamaan warga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Momen pawai enam marga Tugu Abrahams, Andries, Braune, Cornelis, Michiels, dan Quiko yang berjalan bersatu juga menjadi bukti bahwa komunitas ini tetap kokoh meski berabad-abad berlalu. Persatuan inilah yang menjadi modal utama, didukung pemerintah daerah, untuk terus mengangkat nama Kampung Tugu hingga ke mancanegara.

“Festival ini bergema luas hingga ke luar negeri. Harapan besar kita: dengan dukungan pemerintah dan kesadaran seluruh elemen masyarakat, Kampung Tugu kelak dapat diusulkan dan diakui sebagai Warisan Budaya Dunia.”
Dukungan pemerintah daerah yang nyata dan berkelanjutan menjadi kunci agar situs bersejarah ini tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap hidup, dinamis, dan menjadi kebanggaan ibu kota serta bangsa.
Reporter : Johan Sopaheluwakan



























































