Keroncong, Tari Noni, Dan Pawai Marga Tugu, Budaya Portugis-Tugu Bertahan 279 Tahun Dan Tetap Menggema!

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPUNG TUGU, JAKARTA UTARA – Teropongrakyat.co – 27 Agustus 2026 – Kampung Tugu berubah menjadi pesta budaya yang megah dan penuh sukacita saat Ikatan Keluarga Besar Tugu (IKBT) yang diketuai Rensyi Jane Rusyard Michiels bersama GPIB Tugu dengan Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Josep Bates Raku, S.Si.Teol., sukses menyelenggarakan Festival Kampung Tugu 2026 dalam rangka memperingati 279 tahun Gedung Gereja Tugu yang bersejarah.

Rangkaian acara yang berlangsung dari 15 hingga 23 Agustus 2026 ini tak hanya merayakan usia gedung, melainkan juga menghidupkan kembali seluruh kekayaan budaya Portugis-Tugu yang menjadi identitas asli Jakarta — bukti bahwa warisan leluhur bukan benda mati, melainkan napas kehidupan yang terus dinikmati generasi demi generasi.

Kemeriahan dibuka dengan Turnamen Domino berhadiah utama Rp 20 juta, diikuti ratusan warga dengan penuh semangat kebersamaan. Semakin memuncak pada 22 Agustus dengan Senam Kreasi, Fun Games, serta penampilan Paduan Suara dan Band yang memadukan nada keroncong Tugu dengan lagu-lagu kebangsaan — menyatukan hati seluruh warga yang hadir.

Keroncong, Tari Noni, Dan Pawai Marga Tugu, Budaya Portugis-Tugu Bertahan 279 Tahun Dan Tetap Menggema! - Teropong Rakyat

Puncak perayaan pada 23 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB menjadi momen yang paling tak terlupakan. Diawali Ibadah Ucapan Syukur dengan pelayanan firman oleh Pdt. Gomar Gultom, Ketua Majelis Pertimbangan PGI, acara kemudian berubah menjadi panggung kebudayaan yang memukau. Halaman Gereja Tugu bergema dengan Musik Keroncong Tugu, Group Balle Keroncong pimpinan Santana Manurung, Tarian Noni Tugu yang dikoordinir Evi Quiko, Keroncong Yapendik, Palang Pintu, Tarian Nusantara, hingga Gambang Kromong — setiap penampilan menyampaikan pesan: budaya Tugu masih hidup, masih asli, dan masih memikat hati siapa pun yang melihatnya.

Baca Juga:  Terkait Kasus Dugaan Suap Hasto-Harun, KPK Ultimatum 4 Saksi yang Mangkir Untuk Diperiksa 

Lomba Mewarnai dan Menggambar bagi anak-anak membuktikan cinta budaya ditanamkan sejak dini, sementara Bazar UMKM mempromosikan karya warga sebagai bentuk kemandirian ekonomi komunitas. Kehadiran Once Mekel sebagai bintang tamu spesial semakin membuktikan bahwa budaya Tugu tetap relevan dan dicintai lintas generasi.

Keroncong, Tari Noni, Dan Pawai Marga Tugu, Budaya Portugis-Tugu Bertahan 279 Tahun Dan Tetap Menggema! - Teropong Rakyat

Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, beserta jajaran hadir secara langsung, memberikan apresiasi sekaligus dukungan nyata dari pemerintah daerah terhadap pelestarian Kampung Tugu sebagai situs bersejarah yang tak ternilai harganya. Kehadiran beliau menjadi bukti bahwa Kampung Tugu bukan sekadar milik warga setempat, melainkan warisan seluruh warga Jakarta yang wajib dijaga dan dikembangkan bersama-sama.

Baca Juga:  PERSIAPAN WORKSHOP STAKEHOLDERS DI RAJA AMPAT HAMPIR RAMPUNG

Momen paling menyentuh hati terlihat saat pawai keluarga besar marga Tugu Abrahams, Andries, Braune, Cornelis, Michiels, dan Quiko berjalan bersama dengan penuh kebanggaan. Pawai ini menjadi simbol persatuan yang kokoh, membuktikan bahwa meskipun waktu telah berlalu ratusan tahun, ikatan persaudaraan dan sejarah leluhur tetap menyatu dalam satu hati dan satu kampung.

Kesuksesan festival ini pun bergema luas, memperkenalkan keindahan budaya Tugu kepada masyarakat luas hingga ke mancanegara. Liputan-liputan yang tersebar memicu rasa bangga dan kagum, sekaligus harapan agar festival ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang wajib dikunjungi wisatawan dari seluruh penjuru negeri.

Festival Kampung Tugu 2026 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bukti nyata bahwa warisan budaya yang berusia ratusan tahun tetap hidup, dinamis, dan dicintai oleh generasi penerusnya. Semoga Kampung Tugu kelak dapat diakui sebagai Warisan Budaya Dunia dan terus bersinar menerangi keberagaman Indonesia selamanya.”

Reporter : Johan Sopaheluwakan

Berita Terkait

Paska Penangkapan Rere, Nama Baru Muncul dalam Dugaan Peredaran Obat Keras di Tanah Abang
Dana Rakyat Rp631 Juta Mengalir ke Kantong Tak Bertanggung Jawab, Inspektorat Pilih Bisu
Farisha & Edwin Resmi Menikah, Akad Nikah Digelar di Citeurup Bogor
Rp75 Juta Sempat Diamankan Paminal, BPI Desak Propam Polda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Polisi Merangin
Dokumen Disensor, Aturan Dilanggar! Herbert Aritonang Bongkar Kejanggalan Dasar Ijazah Gibran: “Rakyat Berhak Tahu Kebenarannya”
Kawah Candradimuka, laku spiritual, filosofi kepemimpinan Jawa dan sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam KITAB MA HA IS MA YA
Kekerasan Tak Boleh Lagi Dibiarkan! Theo Hesegem Desak Presiden Prabowo Terbitkan Kebijakan Nasional Penyelesaian Konflik Papua
Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:57 WIB

Paska Penangkapan Rere, Nama Baru Muncul dalam Dugaan Peredaran Obat Keras di Tanah Abang

Minggu, 13 September 2026 - 11:36 WIB

Dana Rakyat Rp631 Juta Mengalir ke Kantong Tak Bertanggung Jawab, Inspektorat Pilih Bisu

Minggu, 13 September 2026 - 09:13 WIB

Farisha & Edwin Resmi Menikah, Akad Nikah Digelar di Citeurup Bogor

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Rp75 Juta Sempat Diamankan Paminal, BPI Desak Propam Polda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Polisi Merangin

Jumat, 11 September 2026 - 22:16 WIB

Dokumen Disensor, Aturan Dilanggar! Herbert Aritonang Bongkar Kejanggalan Dasar Ijazah Gibran: “Rakyat Berhak Tahu Kebenarannya”

Berita Terbaru

TNI – Polri

Satgas Kahurtla TNI Gelar Sholat Istisqo dan Sosialisasi di Melawi

Senin, 14 Sep 2026 - 10:24 WIB