JAKARTA, teropongrakyat.co | Minggu, 11 Oktober 2026 — Analis kripto Egrag Crypto memproyeksikan 2027 berpotensi menjadi tahun penting bagi pemegang aset digital XRP. Berdasarkan analisis teknikal jangka panjang, ia menilai pergerakan harga XRP saat ini memiliki kemiripan dengan pola akumulasi yang terjadi pada siklus sebelumnya.
Analisis tersebut dipublikasikan melalui platform komunitas CoinMarketCap oleh Times Tabloid pada 11 Oktober 2026. Meski demikian, proyeksi tersebut merupakan perkiraan analis dan bukan jaminan bahwa harga XRP akan mencapai target yang disebutkan.
Dalam analisisnya, Egrag Crypto membandingkan pola pergerakan XRP pada periode 2015–2017 dengan kondisi pasar 2026–2027. Ia menilai terdapat kemiripan struktur harga yang berpotensi menjadi petunjuk arah pergerakan XRP pada masa mendatang.
XRP Dinilai Berada dalam Fase Akumulasi
Egrag Crypto mengidentifikasi rentang harga XRP di kisaran US$1,08–US$1,10 sebagai area bawah dan US$1,80–US$1,90 sebagai area atas.
Menurut analisis tersebut, XRP sedang berada dalam fase konsolidasi atau akumulasi jangka panjang. Fase ini ditandai dengan pergerakan harga dalam rentang tertentu sebelum berpotensi mengalami kenaikan yang signifikan.
Ia juga menilai XRP berpotensi membentuk pola double bottom hingga triple bottom, yakni pola grafik yang menunjukkan harga menguji area terendah sebanyak dua atau tiga kali.
Namun, sebelum terjadi kenaikan besar, harga XRP masih berpotensi mengalami fluktuasi, pengujian level tertinggi dan terendah, serta pergerakan likuiditas yang dapat memicu perubahan harga secara tajam.
Target Harga XRP hingga US$10,38
Dalam proyeksi teknikalnya, Egrag Crypto menyampaikan beberapa target harga XRP berdasarkan perbandingan dengan pola historis.
Target pertama yang disorot berada di kisaran US$6,40. Selanjutnya, ia memproyeksikan harga US$10,38 berdasarkan pola kenaikan historis yang disebutnya mencapai sekitar 500 persen.
Untuk skenario puncak siklus jangka panjang, Egrag Crypto memperkirakan XRP berpotensi mencapai kisaran US$20 hingga US$27.
Ia menghubungkan proyeksi tersebut dengan kemungkinan pergerakan pasar pada 2027. Meski demikian, angka-angka tersebut merupakan skenario berdasarkan analisis grafik, bukan kepastian harga yang akan terjadi.
Membandingkan Siklus Harga Sebelumnya
Dalam grafik mingguan yang mencakup periode 2014 hingga proyeksi 2029, Egrag Crypto menunjukkan beberapa pola kenaikan XRP setelah fase akumulasi.
Pada 2015, XRP tercatat bergerak dari sekitar US$0,0256 menuju US$0,0554. Pergerakan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 116 persen jika dihitung menggunakan kedua angka itu.
Analisis yang dipublikasikan juga menyebut kenaikan sekitar 500 persen pada sejumlah struktur historis lainnya. Namun, angka dan perbandingan tersebut perlu diperiksa berdasarkan titik awal, titik akhir, serta metode perhitungan yang digunakan.
Egrag Crypto menilai kemiripan pola harga dan perilaku volume perdagangan antara siklus 2015–2017 dan periode 2024–2026 menjadi salah satu dasar proyeksinya.
Desember 2027 Disebut sebagai Periode Potensial
Dari sisi waktu, Egrag Crypto memperkirakan Desember 2027 berpotensi menjadi periode awal ekspansi harga XRP menuju level di atas US$6. Ia juga menyebut Januari 2028 sebagai kemungkinan periode percepatan menuju target US$20.
Namun, proyeksi waktu tersebut masih bersifat spekulatif. Pergerakan harga aset kripto dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global, likuiditas, regulasi, sentimen investor, serta perkembangan ekosistem XRP.
Karena itu, investor tidak seharusnya menjadikan satu pola grafik sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan investasi.












