BEKASI – Teropongrakyat.co – 08 Oktober 2026 – Ketua Pembina Yayasan Pelayanan Kuat Nusantara (YPKN), Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th., menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak cukup berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran dan tindakan nyata. Pesan tersebut disampaikan saat YPKN menggelar kegiatan berbagi kasih bersama para pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat di kawasan Pasar Teluk Buyung, Kota Bekasi, Kamis (8/10/2026).
Menurut Yohanes, pelayanan sosial memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan. Kehadiran di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membangun relasi, menghadirkan penguatan, serta menunjukkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan berbagai dinamika kehidupan perkotaan.
“Pelayanan tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata. Pelayanan harus hadir dan dapat dirasakan melalui tindakan nyata. Ketika kita datang, menyapa, berbagi, dan memberikan perhatian kepada sesama, kita sedang membangun sebuah relasi yang menghadirkan penguatan dan harapan,” kata Yohanes.
Ia mengatakan, kegiatan berbagi kasih di Pasar Teluk Buyung sengaja dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Para pengemudi ojol dan warga sekitar menjadi bagian dari masyarakat yang setiap hari bekerja dan beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.
“Bagi kami, setiap orang memiliki nilai dan layak mendapatkan perhatian. Para pengemudi ojol dan masyarakat yang kami temui hari ini bukan sekadar penerima dalam sebuah kegiatan sosial, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang perlu kita sapa, dengarkan, dan kuatkan,” ujarnya.

Yohanes menilai, kepedulian sosial menjadi semakin penting di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang cenderung bergerak cepat. Kesibukan dan tekanan ekonomi dapat membuat hubungan sosial semakin berjarak. Karena itu, kegiatan sederhana yang mempertemukan organisasi pelayanan dengan masyarakat dinilai memiliki arti strategis dalam membangun kembali solidaritas dan kepedulian.
“Jangan menunggu sampai kita memiliki sesuatu yang besar untuk mulai berbagi. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, dari sapaan, perhatian, waktu, dan kesediaan untuk hadir bersama mereka yang membutuhkan penguatan. Dari tindakan-tindakan kecil itulah kepedulian dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih besar,” kata Yohanes.
Kegiatan berbagi kasih tersebut mendapat sambutan antusias dari para pengemudi ojol dan masyarakat yang berada di sekitar Pasar Teluk Buyung. Kehadiran YPKN di tengah aktivitas pasar sekaligus memperlihatkan pendekatan pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam membangun kehidupan sosial yang lebih peduli dan saling menguatkan.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum YPKN Obaja Sitinjak, Ketua Pembina Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th., Sekretaris Niko Tefa, Bendahara Timoteus, Pembina Badika, Pengawas Hasintongan Manik, serta Bastian dan Daniel H. Kehadiran jajaran pengurus dan pembina secara langsung menjadi bagian dari komitmen YPKN untuk menerjemahkan visi pelayanan ke dalam tindakan di tengah masyarakat.
Yohanes menegaskan, YPKN akan terus mendorong pelayanan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki dampak sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, keberadaan sebuah lembaga pelayanan akan memiliki makna ketika mampu menjembatani nilai iman dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Iman harus melahirkan kepedulian. Karena itu, kami ingin YPKN terus hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan berada jauh dari masyarakat. Kami ingin melayani dengan kasih, menguatkan dengan iman, dan menghadirkan dampak yang dapat dirasakan secara nyata,” katanya.
Kegiatan di Pasar Teluk Buyung tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari moto YPKN, “Melayani dengan kasih, menguatkan dengan iman, dan berdampak bagi Nusantara.” Melalui kegiatan tersebut, YPKN berharap semangat berbagi tidak berhenti dalam satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi budaya kepedulian yang melibatkan semakin banyak pihak di tengah masyarakat.
Red












