“Perang dengan Daftar G”, Antara Komitmen dan Kenyataan di Lapangan

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Potret:ilustrasi)

Teropongrakyat.co – Istilah “Perang dengan Daftar G” kian ramai digaungkan di berbagai platform media sosial. Narasi perlawanan terhadap praktik yang diduga meresahkan masyarakat ini terdengar lantang, seolah menjadi simbol keseriusan dalam menertibkan pelanggaran di wilayah DKI Jakarta.

Namun pertanyaannya, apakah perang itu benar-benar terjadi, atau hanya sebatas jargon yang enak didengar?

Publik bukan tidak peduli. Justru sebaliknya, masyarakat semakin kritis. Ketika sebuah praktik disebut-sebut masih marak beredar, sementara aparat penegak hukum terlihat seperti berjalan di tempat, muncullah persepsi bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dalam kondisi seperti ini, kepercayaan menjadi taruhan utama.

Baca Juga:  Proyek gedung Kejari Jakarta Utara Picu Banjir dan Kebisingan, Warga Keluhkan Tak Ada Sosialisasi 

Penegakan hukum seharusnya tidak tebang pilih. Jika memang ada instruksi dari pimpinan daerah untuk melakukan pemberantasan, maka yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan, melainkan tindakan nyata dan berkelanjutan. Keterlibatan Satuan Polisi Pamong Praja maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia harus terlihat jelas di lapangan, bukan hanya dalam rilis atau konferensi pers.

Yang menjadi kegelisahan publik adalah kemungkinan adanya oknum yang bermain di balik layar. Jika benar ada yang memanfaatkan situasi demi kekayaan pribadi, maka “perang” yang digaungkan hanyalah sandiwara. Dan sandiwara, cepat atau lambat, akan terbongkar.

Baca Juga:  Gubernur Pramono Anung Perintahkan Satpol PP Tindak Penjualan Tramadol Ilegal di Jakarta

Opini ini bukan untuk menghakimi, melainkan mengingatkan. Penegakan hukum yang konsisten akan menjawab keraguan. Transparansi akan meredam prasangka. Dan tindakan tegas tanpa kompromi akan membuktikan bahwa negara hadir, bukan sekadar berbicara.

Karena pada akhirnya, perang yang sesungguhnya bukan hanya melawan praktik ilegal, tetapi melawan mentalitas pembiaran. Jika pembiaran terus terjadi, maka slogan akan tetap menjadi slogan—dan masyarakat hanya bisa bertanya, sampai kapan?

Di buat oleh : Rocky Abdul Karim
Pimpinan Umum TeropongRakyat.co

Berita Terkait

Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group
Pelindo Berbagi: Pt Akses Pelabuhan Indonesia Bagikan Takjil Dan Sembako Sebagai Wujud TJSL
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan
Delman Kuningan: Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Identitas yang Tak Boleh Hilang
PTP Nonpetikemas Cabang Banten Dukung Arus Mudik Motor dan Truk Sembako ke Sumatera
Dukung Ibadah Ramadan Warga Ring 1, IPC TPK Gelar Karpet di 8 Masjid Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
IPC TPK Fasilitasi 500 Pemudik Tujuan Semarang di Idul Fitri 1447 H

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 12:22 WIB

Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group

Senin, 30 Maret 2026 - 11:56 WIB

Pelindo Berbagi: Pt Akses Pelabuhan Indonesia Bagikan Takjil Dan Sembako Sebagai Wujud TJSL

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:54 WIB

Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:05 WIB

Inovasi Jadi Kunci: SPSL Siapkan SDM Unggul Lewat Program SPRINT yang Berkelanjutan

Senin, 23 Maret 2026 - 20:14 WIB

Delman Kuningan: Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Identitas yang Tak Boleh Hilang

Berita Terbaru