TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: dok-istimewa

BATAM, teropongrakyat.co – TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) berhasil menggagalkan dugaan penyelundupan mineral ilegal yang mengandung logam tanah jarang (LTJ) serta unsur radioaktif di wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau.

Operasi tersebut dilakukan oleh KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada 17 Mei 2026. Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan 25 kontainer berisi mineral yang diduga akan diekspor secara ilegal ke luar negeri.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, mengatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel ilminite menunjukkan adanya kandungan titanium oksida, logam tanah jarang, hingga unsur radioaktif.

Baca Juga:  Polsek Tempuling Semakin Gencar Dan Rutin Melakukan Kegiatan Cooling System Wujudkan Situasi Yang Aman Dan Kondusif Jelang Pilkada 2024

“Selain itu terdapat kandungan LTJ dan unsur radioaktif untuk bahan baku nuklir seperti zirconium oxide, thorium oxide, neodymium oxide, triuranium oktasida, dan cerium oksida,” ujar Laksda TNI Berkat Widjanarko. Kamis, 28/5

Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan terkait temuan kontainer mencurigakan di wilayah Batam.

“Dari hasil pendalaman, ditemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional,” kata Denih Hendrata dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, personel KRI Kujang-642 kemudian melakukan pemeriksaan terhadap 25 kontainer dan membuka 15 kontainer guna mencocokkan isi barang dengan dokumen ekspor.

Baca Juga:  Korem 012/TU Sosialisasikan Pendaftaran Bintara TNI AD Gelombang II, Gratis dan Terbuka Untuk Semua

Sementara itu, Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon menegaskan bahwa TNI akan terus memperkuat pengawasan terhadap jalur laut untuk mencegah penyelundupan sumber daya alam strategis.

“TNI Angkatan Laut akan terus melakukan upaya-upaya tegas terhadap setiap penyelundupan lewat jalur laut,” ujar Richard saat meninjau langsung barang bukti di Batam.

Dalam operasi tersebut, aparat gabungan disebut mengamankan sekitar 390 ton material minerba ilegal yang tersimpan di dalam 25 kontainer dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Berita Terbaru