Wabup Malang: Kemajuan Tak Boleh Menghilangkan Akar Budaya,Wayang Kulit Meriahkan 12 Suro Gunung Kawi

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG | Teropongrakyat.co – Wakil Bupati Malang Dra Hj Lathifah Shohib menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka peringatan 12 Suro di Pesarean Pesarean Gunung Kawi sekaligus Haul Eyang Djoego ke-155 dan Eyang R.M. Imam Soedjono ke-148, Jumat (26/6) malam. Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar Yayasan Ngesti Gondo, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Malang, serta Forkopimcam Wonosari.

Dalam sambutannya, Lathifah Shohib mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi budaya melalui penyelenggaraan pagelaran wayang kulit serta peringatan haul para tokoh yang dihormati masyarakat Gunung Kawi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Gunung Kawi beserta semua pihak yang selama ini konsisten merawat dan mewariskan tradisi tersebut kepada generasi penerus.

Baca Juga:  Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang, Kerugian Capai Rp20 Juta

“Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Gunung Kawi telah memberikan teladan bahwa kemajuan zaman tidak harus menghilangkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Lathifah.

Menurutnya, peringatan haul bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menghormati sejarah. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membangun masa depan tanpa melupakan akar budayanya.

Selain itu, tradisi 12 Suro juga mengandung pesan mendalam tentang pentingnya introspeksi diri. Dalam falsafah Jawa dikenal prinsip eling lan waspada, yakni senantiasa ingat dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Wakil Bupati juga menilai pagelaran wayang kulit sarat akan nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, kisah pewayangan mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan diraih melalui kekuatan semata, melainkan melalui kebijaksanaan, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri.

Baca Juga:  DPD LDII Kabupaten Malang Hadiri Suling Forkopimda, Perkuat Sinergi Umat di Pakisaji

“Pergelaran wayang kulit mengajarkan bahwa kehidupan tidak selalu tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling bijaksana. Dalam pewayangan, kemenangan sejati lahir dari kebajikan, kesabaran, dan pengendalian diri,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Lathifah menyampaikan bahwa Gunung Kawi selama ini dikenal sebagai tempat yang didatangi banyak orang untuk mencari keberuntungan. Namun, menurutnya, makna keberuntungan yang sesungguhnya adalah kemampuan seseorang untuk selalu bersyukur.

“Keberuntungan terbesar bukanlah apa yang kita dapatkan, melainkan apa yang mampu kita syukuri. Karena orang yang bersyukur akan merasa cukup, sedangkan orang yang tidak bersyukur akan selalu merasa kurang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ketua Umum PDKN Rahman Sabon kritik tata kelola pemerintahan, ketimpangan Freeport di Papua, dan pembangunan IKN yang dikuasai oligarki
Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan
Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang
Siswa SDIT Bina Insani Sukun Rayhan Farrel Dipercaya Bacakan Teks Pancasila di Barikan Anak Nusantara
Peduli Warga Kekurangan Air, PMI Malang Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih
Lepas Purna Tugas Paskibraka Kota Batu, Wali Kota Nurochman Titip Pesan untuk Terus Jadi Teladan
Waspada! Api Mengintai di Musim Kemarau, 34 Kebakaran Catat Kerugian Rp4,49 Miliar
Wali Kota Nurochman Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi HUT Ke-81 RI

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Ketua Umum PDKN Rahman Sabon kritik tata kelola pemerintahan, ketimpangan Freeport di Papua, dan pembangunan IKN yang dikuasai oligarki

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Siswa SDIT Bina Insani Sukun Rayhan Farrel Dipercaya Bacakan Teks Pancasila di Barikan Anak Nusantara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Warga Kekurangan Air, PMI Malang Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih

Berita Terbaru