Dolar AS Turun, Rupiah Menguat 0,47 Persen ke Rp17.882

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah ditutup menguat ke level Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10/2026)

JAKARTA, teropongrakyat.co — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Rupiah ditutup di level Rp17.882 per dolar AS, menguat 84 poin atau sekitar 0,47 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.966 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi setelah pada pembukaan perdagangan mata uang Garuda berada di kisaran Rp17.946 per dolar AS. Pergerakan rupiah sepanjang perdagangan turut dipengaruhi perkembangan pasar global, termasuk perubahan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga:  Astra Financial Raup Hingga Rp2,4 Triliun di Gelaran GIIAS 2025, Sukes Capai Target 111,5%

Data Bank Indonesia menunjukkan kurs transaksi USD pada 2 Oktober 2026 berada pada Rp18.026,69 untuk kurs jual dan Rp17.847,31 untuk kurs beli. Sementara itu, JISDOR yang menjadi kurs referensi BI tercatat Rp17.937 per dolar AS pada 1 Oktober 2026.

Dari sisi pasar domestik, sejumlah indikator ekonomi juga menjadi perhatian pelaku pasar. PMI manufaktur Indonesia September 2026 berada di level 52,4, menunjukkan ekspansi, sementara neraca perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026 mencatat surplus US$3,55 miliar.

Baca Juga:  TPK Koja Sambut Hangat Mahasiswa Logistik UPI: Inspirasi Dunia Kepelabuhanan untuk Generasi Muda

Meski rupiah menguat pada akhir perdagangan, pergerakannya masih menghadapi sejumlah risiko eksternal, termasuk perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter AS. Perubahan harga minyak dunia juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen terhadap rupiah.

Kurs dolar AS hari ini:

  • Penutupan pasar: Rp17.882/USD
  • JISDOR BI: Rp17.937/USD
  • Kurs jual BI: Rp18.026,69/USD
  • Kurs beli BI: Rp17.847,31/USD

 

Penulis : Rockess

Sumber Berita: Bank Indonesia

Berita Terkait

Inflasi Indonesia September 2026 Capai 3,28 Persen, Sulawesi Utara Tertinggi
Rupiah Menyentuh Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab dan Langkah Stabilitas
Dua Dekade PT CTP TOLLWAYS Terus Perkuat Konektivitas dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
IHSG Berbalik Melemah, Sesi I Turun 0,55 Persen ke Level 6.263
SPPG Diperkuat, Manfaat MBG Meluas ke UMKM, Pedagang, Petani hingga Pekerja Lokal
GUT Dorong Peran Industri Nasional dalam Transisi Energi dan Penguatan SDM Global
Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dolar AS Turun, Rupiah Menguat 0,47 Persen ke Rp17.882

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Inflasi Indonesia September 2026 Capai 3,28 Persen, Sulawesi Utara Tertinggi

Selasa, 29 September 2026 - 16:06 WIB

Rupiah Menyentuh Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab dan Langkah Stabilitas

Senin, 28 September 2026 - 15:19 WIB

Dua Dekade PT CTP TOLLWAYS Terus Perkuat Konektivitas dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 16:06 WIB

IHSG Berbalik Melemah, Sesi I Turun 0,55 Persen ke Level 6.263

Berita Terbaru

Ekonomi

Dolar AS Turun, Rupiah Menguat 0,47 Persen ke Rp17.882

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:33 WIB