Ilustrasi : pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah ditutup menguat ke level Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10/2026)
JAKARTA, teropongrakyat.co — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Rupiah ditutup di level Rp17.882 per dolar AS, menguat 84 poin atau sekitar 0,47 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.966 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi setelah pada pembukaan perdagangan mata uang Garuda berada di kisaran Rp17.946 per dolar AS. Pergerakan rupiah sepanjang perdagangan turut dipengaruhi perkembangan pasar global, termasuk perubahan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Data Bank Indonesia menunjukkan kurs transaksi USD pada 2 Oktober 2026 berada pada Rp18.026,69 untuk kurs jual dan Rp17.847,31 untuk kurs beli. Sementara itu, JISDOR yang menjadi kurs referensi BI tercatat Rp17.937 per dolar AS pada 1 Oktober 2026.
Dari sisi pasar domestik, sejumlah indikator ekonomi juga menjadi perhatian pelaku pasar. PMI manufaktur Indonesia September 2026 berada di level 52,4, menunjukkan ekspansi, sementara neraca perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026 mencatat surplus US$3,55 miliar.
Meski rupiah menguat pada akhir perdagangan, pergerakannya masih menghadapi sejumlah risiko eksternal, termasuk perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter AS. Perubahan harga minyak dunia juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen terhadap rupiah.
Kurs dolar AS hari ini:
- Penutupan pasar: Rp17.882/USD
- JISDOR BI: Rp17.937/USD
- Kurs jual BI: Rp18.026,69/USD
- Kurs beli BI: Rp17.847,31/USD
Penulis : Rockess
Sumber Berita: Bank Indonesia



























































