Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKebakaran Gunung Kawi Capai 1.534 Hektare, Tim Gabungan Terus Pantau dan Lakukan PendinginanKomentar: 0

Kebakaran Gunung Kawi Capai 1.534 Hektare, Tim Gabungan Terus Pantau dan Lakukan Pendinginan

Teropong Rakyat, 20 September 2026, 21:27 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Oplus_0Foto: Dokumentasi

MALANG | Teropongrakyat.co – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Kawi hingga Sabtu (19/9/2026) tercatat telah berdampak pada area sekitar 1.534 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan koordinat yang dilakukan tim di lapangan. Dari Pos Lapang Merkusi, area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 385 hektare, sedangkan Pos Lapang Selorejo mencatat sekitar 1.149 hektare.

Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si, mengatakan hasil observasi tim darat pada Sabtu menunjukkan tidak ditemukan nyala api maupun asap tebal dalam skala besar.

Meski demikian, kondisi tersebut belum membuat penanganan dihentikan. Sejumlah kawasan masih membutuhkan observasi secara berkelanjutan serta upaya pendinginan, termasuk melalui water bombing.

“Pemantauan dan pemadaman tetap dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pendinginan melalui udara,” demikian laporan BPBD Kabupaten Malang.

Pada Sabtu, tim pemadaman darat dikerahkan dari sejumlah pos pantau. Sebanyak 37 personel dari Pos Pantau Keraton bergerak menuju Puncak Pitrang, sementara 46 personel dari Pos Pantau Merkusi menuju Puncak Batu Tulis.

Baca Juga:  Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Selain itu, 10 personel dari Pos Pantau Dalisodo dan 10 personel dari Pos Pantau Jabal Kucur bergerak menuju kawasan Puncak Gunung Malang. Sebanyak 25 personel dari Basecamp Buthak Panderman menuju Blok Pos 3 Tlekung, sedangkan 15 personel dari Pos Pantau Kebonrojo juga diterjunkan untuk pemantauan dan penanganan.

Dari pemantauan lapangan, sejumlah titik masih menjadi perhatian, yakni Puncak Pitrang, Puncak Batu Tulis, Gunung Malang Kucur, serta kawasan timur Pos 3 jalur Buthak-Panderman.

Sementara itu, upaya pemadaman dari udara oleh BPBD Provinsi Jawa Timur dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, pelaksanaan water bombing masih terkendala kondisi cuaca yang mendung.

Dampak kebakaran juga dirasakan masyarakat. Tim Jabal Kucur melaporkan adanya saluran pipanisasi air minum warga yang terbakar di jalur Gunung Malang. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air minum menuju warga Dusun Sumberbendo, Desa Kucur, Kecamatan Dau, terputus.

Baca Juga:  Gelar Sosialisasi, KPU Kota Bekasi Jelaskan Syarat Pilkada 2024

BPBD Kabupaten Malang bersama unsur TNI, Polri, Perhutani, pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, pengelola basecamp dan sejumlah unsur lainnya merekomendasikan pemantauan serta pemadaman dilakukan secara terus-menerus.

Seluruh basecamp juga diminta ikut melakukan pemantauan. Apabila ditemukan api atau asap, tim di lapangan diharapkan segera melakukan penanganan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Untuk tindak lanjut, pemantauan visual akan dilakukan melalui Pos Merkusi Precet, Kecamatan Wagir, serta Pos AJU dan Pengamatan Selorejo, Kecamatan Dau.

Penanganan kebakaran Gunung Kawi tersebut melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, pengelola jalur pendakian, relawan serta berbagai unsur pendukung lainnya.

Lihat Pemerintahan Selengkapnya→
Artikel Terkait Pemerintahan
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain