Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTLaporan WSJ: Christine Lagarde Disebut Intervensi dalam Pengajuan Lisensi MiCA Binance di YunaniKomentar: 0

Laporan WSJ: Christine Lagarde Disebut Intervensi dalam Pengajuan Lisensi MiCA Binance di Yunani

Teropong Rakyat, 19 September 2026, 17:09 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta, Sabtu. 19 September 2026 |  teropongrakyat.co — Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dilaporkan turun tangan dalam proses pengajuan lisensi regulasi aset kripto Binance di Yunani. Informasi tersebut diungkap The Wall Street Journal (WSJ) dalam laporan yang terbit pada 18 September 2026 dan kemudian diberitakan kembali oleh CoinDesk.

Menurut laporan tersebut, Lagarde disebut meminta pejabat Yunani untuk menunda atau menghalangi persetujuan pengajuan lisensi Binance berdasarkan Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA). Permintaan itu dikaitkan dengan rencana perubahan kewenangan pengawasan aset kripto di Uni Eropa, termasuk kemungkinan peran yang lebih besar bagi European Securities and Markets Authority (ESMA).

Namun, perlu dicatat bahwa ECB tidak memiliki kewenangan formal untuk menerbitkan lisensi penyedia layanan aset kripto berdasarkan MiCA. Di Yunani, kewenangan tersebut berada pada Hellenic Capital Market Commission (HCMC).

CoinDesk melaporkan bahwa juru bicara ECB tidak memberikan komentar mengenai substansi dugaan komunikasi tersebut. Pihak ECB menegaskan bahwa pemberian otorisasi penyedia layanan aset kripto merupakan kewenangan otoritas nasional masing-masing negara.

Baca Juga:  Kolaborasi Strategis Indonesia – Australia: Tingkatkan Standar Keselamatan Transportasi Nasional dan Regional

Binance Sempat Mengajukan Lisensi di Yunani

Binance sebelumnya mengajukan permohonan lisensi MiCA melalui regulator Yunani. Lisensi tersebut memiliki arti penting karena kerangka MiCA memungkinkan penyedia layanan aset kripto yang memperoleh otorisasi di salah satu negara anggota Uni Eropa untuk menjalankan layanan lintas negara melalui mekanisme passporting, sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, proses tersebut kemudian berakhir setelah Binance menarik permohonannya dari HCMC pada Juni 2026. Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa permohonan tersebut diperkirakan tidak akan mendapatkan persetujuan.

Pada 24 Juni 2026, Binance mengumumkan penarikan permohonannya dan menyatakan akan mencari jalur otorisasi di negara anggota Uni Eropa lainnya.

Kekhawatiran terhadap Stablecoin dan Euro Digital

Laporan WSJ yang dikutip CoinDesk menyebutkan bahwa salah satu persoalan yang dikaitkan dengan dugaan intervensi tersebut adalah kekhawatiran terhadap semakin luasnya penggunaan stablecoin berbasis dolar AS di Eropa.

Skala Binance sebagai salah satu bursa aset kripto terbesar dunia disebut menjadi salah satu faktor dalam kekhawatiran tersebut. Laporan itu juga mengaitkannya dengan proyek euro digital yang sedang dikembangkan oleh ECB.

Baca Juga:  Dokter AS Tuding Sniper Israel Sengaja Tembaki Anak-anak Palestina di Gaza

Meski demikian, hubungan antara proses lisensi Binance, kebijakan stablecoin, dan proyek euro digital tersebut merupakan bagian dari laporan media yang bersumber dari orang-orang yang mengetahui proses tersebut dan belum dijelaskan secara terbuka oleh ECB.

Binance Tetap Berencana Mengincar Lisensi MiCA

Binance menyatakan tetap berkomitmen untuk menjalankan bisnisnya di Eropa dan mematuhi regulasi MiCA.

Juru bicara Binance, sebagaimana dikutip CoinDesk, mengatakan perusahaan masih berupaya mendapatkan otorisasi MiCA dan memandang regulasi tersebut sebagai bagian penting untuk memberikan layanan yang konsisten dan teregulasi kepada pengguna di pasar Eropa.

Dengan demikian, meskipun permohonan Binance di Yunani telah ditarik, perusahaan masih membuka kemungkinan memperoleh otorisasi melalui negara anggota Uni Eropa lainnya.

Perkembangan ini kembali menyoroti perdebatan mengenai pembagian kewenangan antara regulator nasional, ESMA, dan lembaga-lembaga Uni Eropa dalam mengawasi industri aset kripto setelah penerapan MiCA.

Sumber :  The Wall Street Journal 

Lihat Internasional Selengkapnya→
Artikel Terkait Internasional
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain