Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPermintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000Komentar: 0

Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000

Teropong Rakyat, 19 September 2026, 17:03 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

JAKARTA, Sabtu. 19 September 2026 | teropongrakyat.co — Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah sebelumnya sempat turun di bawah level US$75.000. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut kembali menembus US$81.000, sekaligus mencatat level tertinggi sejak 4 September.

Bitcoin tercatat mencapai sekitar US$81.636 setelah sebelumnya bergerak di kisaran US$76.000–US$77.000. Dalam periode 24 jam, Bitcoin menguat lebih dari 5 persen, sementara kapitalisasi pasarnya meningkat dari sekitar US$1,54 triliun menjadi US$1,62 triliun.

Penguatan tersebut terjadi setelah pasar kripto melalui periode penuh tekanan, termasuk kegagalan pengesahan CLARITY Act serta keputusan Federal Reserve Amerika Serikat terkait suku bunga.

Likuidasi Posisi Short Perkuat Kenaikan

Kenaikan Bitcoin juga diperkuat oleh likuidasi besar-besaran posisi short. Dalam 24 jam, posisi short Bitcoin senilai sekitar US$238 juta dilaporkan terlikuidasi, sementara likuidasi posisi long hanya sekitar US$6 juta.

Secara keseluruhan di pasar kripto, nilai posisi short yang terlikuidasi mencapai lebih dari US$470 juta, dibandingkan sekitar US$57 juta pada posisi long.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga Bitcoin membuat sejumlah pelaku pasar yang sebelumnya mengambil posisi penurunan harga harus melakukan pembelian kembali secara paksa.

Baca Juga:  Gubernur Sumatera Utara Terpilih, Bobby Nasution, Berkomitmen Berkantor di Nias untuk Majukan Daerah

Analis riset Bitget Wallet, Lacie Zhang, menilai penguatan Bitcoin berkaitan dengan meningkatnya kembali minat terhadap aset berisiko. Menurutnya, kondisi harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang yang lebih mereda turut menciptakan ruang bagi aset kripto untuk menguat.

Zhang juga menyoroti kondisi leverage di pasar yang sebelumnya telah mengalami pengurangan. Dengan posisi leverage yang lebih terkendali, pasar dinilai menjadi lebih responsif terhadap masuknya permintaan Bitcoin secara langsung atau spot.

Arus Dana ETF Bitcoin Spot Ikut Mendukung

Selain faktor likuidasi, permintaan di pasar spot juga menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan Bitcoin.

Menurut Zhang, produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk sekitar US$154 juta dalam sehari.

Arus dana tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya permintaan terhadap Bitcoin melalui instrumen investasi berbasis pasar spot.

Di sisi lain, perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dilaporkan telah mengirimkan sejumlah usulan aturan terkait pasar kripto kepada Gedung Putih.

Baca Juga:  Cegah Narkoba, dan Miras Masuk Dermaga Kepulauan Seribu Utara

Sementara itu, Securities and Exchange Commission (SEC) disebut berpotensi menempuh jalur administratif yang sejalan.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa setelah proses legislasi menghadapi hambatan di Kongres AS, sebagian perkembangan kebijakan aset kripto dapat berlanjut melalui lembaga eksekutif dan regulator.

Bitcoin Kembali di Atas US$80.000

Kombinasi antara meningkatnya permintaan spot, berkurangnya leverage, likuidasi posisi short, serta perkembangan regulasi menjadi sejumlah faktor yang ikut membentuk pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir.

Kendati demikian, keberlanjutan penguatan Bitcoin masih akan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk konsistensi arus dana ke ETF Bitcoin spot, kondisi leverage pasar, serta perkembangan konkret kebijakan CFTC dan SEC.

Dengan kembali berada di atas level US$80.000, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan level tersebut dan bagaimana pasar merespons perkembangan berikutnya.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain