MALANG| Teropongrakyat.co – Harapan keluarga agar Agus Ribut Setyabudi (48), sopir truk ekspedisi ADR asal Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, segera ditemukan dalam kondisi selamat terus dipanjatkan.
Agus hingga Kamis (17/9/2026) masih belum diketahui keberadaannya setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin tersebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal.
Istri Agus, Anitha Margi Utami (50), mengatakan dirinya berusaha tetap berpikir positif sembari menunggu kabar mengenai suaminya.
“Pokoke saya kepengin suami saya keadaan sehatd dan ditemukan selamat,” kata Anitha.
Komunikasi terakhir Anitha dengan Agus terjadi pada Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Agus sempat mengirimkan video kepada istrinya dan mengatakan dirinya berada di kapal.
“Waktu di kapal itu di-video, ‘Iki aku sik parkir’,” ujarnya.
Setelah komunikasi tersebut, Anitha tidak lagi dapat berkomunikasi langsung dengan suaminya. Kabar mengenai kecelakaan kapal baru diterimanya pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB saat dirinya sedang bekerja di sebuah pabrik rokok di wilayah Pakisaji.
“Saya kerja kan dipanggil di tempat kerja. Terus habis itu dikasih informasi,” ungkapnya.
Mendengar kabar tersebut, Anitha mengaku langsung lemas. Ia kemudian diminta pulang setelah seorang rekan Agus datang menyampaikan informasi mengenai kondisi perjalanan suaminya.
Agus diketahui berangkat dari Malang pada Kamis malam sekitar pukul 24.00 WIB. Sebelum keberangkatan, Anitha sempat mengantarkan suaminya menuju lokasi kendaraan diparkir.
Selama sekitar 30 tahun bekerja sebagai sopir truk ekspedisi, Agus terbiasa melakukan perjalanan jauh dan pulang seminggu sekali atau paling lama dua minggu.
Namun, sebelum berangkat menuju Banjarmasin, Agus sempat mengatakan kepada istrinya bahwa kepulangannya kali ini kemungkinan akan lebih lama.
“Ma, aku iki pulange rodo lama,” tutur Anitha menirukan ucapan suaminya.
Dalam perjalanan tersebut, Agus tidak sendirian. Ada empat orang dari perusahaan ekspedisi yang melakukan perjalanan, terdiri dari tiga sopir dan satu kernet dengan membawa tiga kendaraan.
Di tengah penantian kabar mengenai keberadaan suaminya, Anitha masih mengingat rencana sederhana yang sempat disampaikan Agus sebelum berangkat.
Agus berencana membeli anak sapi setelah menyelesaikan perjalanan. Ia bahkan sudah menyiapkan tempat untuk memelihara ternak tersebut di kawasan Talangagung.
“Dia kepengin itu,” ujar Anitha.
Rencana membeli anak sapi itu kini menjadi salah satu kenangan yang terus melekat dalam ingatan Anitha sembari menunggu suaminya pulang.
Menurut Anitha, Agus selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab terhadap keluarga. Hubungannya dengan keluarga maupun tetangga juga disebut berjalan baik.
“Kalau sama keluarga sudah tanggung jawab, pekerja keras. Sama keluarga, sama tetangga itu baik terus,” katanya.
Anitha juga mengenang pesan Agus yang pernah memintanya berhenti bekerja agar lebih banyak berada di rumah. Agus mengatakan akan berusaha memenuhi kebutuhan keluarga melalui pekerjaannya.
“Sudah, Ma, aku saja yang kerja. Cabut kerja, kamu di rumah,” ucap Anitha sembari menahan tangis.
Kini, keluarga hanya bisa menunggu setiap perkembangan informasi mengenai keberadaan Agus. Anitha bahkan sempat mendatangi posko dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB demi mendapatkan kabar terbaru.
Di tengah ketidakpastian tersebut, doa Anitha masih sama. Ia berharap suaminya segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat.
“Saya terus berdoa yang terbaik, semoga selamat,” tuturnya.


























































