Rahman Sabon Nama Dukung Investasi di Flores Timur: Petani & Nelayan Tak Boleh Terus Menderita, Negara Harus Hadir

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adonara, Flores, NTT.Teropongrakyat.co – Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Tani Tanaman Pangan & Holtikultura Indonesia (APT2PHI), Rahman Sabon Nama menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemda Flores Timur dalam mendorong investasi swasta.

Kebijakan yang digalakan Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, dinilai tepat untuk memperluas lapangan kerja. Namun menurut Rahman, investasi harus dibarengi dengan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan serta petani.

1. Kondisi Petani & Nelayan Masih Rentan
Dalam kunjungan kerja ke Pulau Adonara, Rahman menyoroti kondisi kelompok produsen pangan di wilayah Kepulauan Solor-Watan Lema: Adonara, Lembata, Solor, Flores Timur Daratan, dan Alor.

“Nelayan, petani, dan peternak di daerah kepulauan masih hidup dalam kondisi rentan, padahal mereka penopang utama ketersediaan pangan,” tegas Rahman.

Ia menilai kekayaan sumber daya alam NTT belum berbanding lurus dengan kesejahteraan warga pesisir.
“Kekayaan laut belum mendongkrak kesejahteraan. Diperlukan peta jalan ekonomi berbasis SDA yang berpihak pada pemerataan dan keadilan sosial, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945,” ujarnya kepada Teropongrakyat.co, Jumat 26/6/2026.

Baca Juga:  Harhubnas 2025: Pelabuhan Sunda Kelapa Berkomitmen Jadi Pelabuhan Ramah Lingkungan

2. Temuan di Lapangan: Gaji Nelayan Mutiara Rp95.500/Hari
Rahman bersama Dewan Pendiri APT2PHI, Usman Doni Tokan, MBA, dan Anggota DPRD Fraksi PDI-P ,Polikarpus Kopong Belolo, mengunjungi nelayan, petani, dan peternak di Adonara.

APT2PHI menemukan nelayan di Dusun Wure, Kecamatan Witihama yang bekerja di perusahaan mutiara milik Jepang hanya menerima upah Rp95.500/hari.
“Nominal itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga, di tengah kenaikan harga pangan dan BBM,” kata Rahman.

Ia mendukung investasi peternakan mutiara di Dusun Wure, dengan catatan pemerintah daerah harus hadir penuh untuk mengentaskan kemiskinan nelayan pesisir.

3. Tiga Usulan APT2PHI ke Pemerintah Pusat
Untuk memperbaiki nasib petani dan nelayan di NTT, APT2PHI mengajukan 3 poin:

1. Revisi UMR NTT
Meminta Kemenaker meninjau ulang UMR dengan memperhitungkan biaya hidup dan karakter wilayah kepulauan.

2. Bangun Kampung Nelayan Layak Huni
Meminta Presiden Prabowo menginstruksikan Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, membangun kampung nelayan layak huni di pesisir Dusun Wure, Witihama, serta memberikan bantuan kapal dan alat tangkap.

Baca Juga:  PTP Nonpetikemas Cabang Banten Dukung Arus Mudik Motor dan Truk Sembako ke Sumatera

3. Bentuk BUMD Perikanan Flotim
Mendorong Pemkab Flores Timur membentuk BUMD di sektor perikanan. BUMD diharapkan menampung hasil tangkapan, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai tambah. Hasil tangkapan bisa diolah, bukan hanya dijual mentah, sehingga menjadi sumber PAD.

4. Dorong Swasembada Pangan & Rumput Laut
Dalam pertemuan dengan Don Pati Golo ,adik Raja Kerajaan Larantuka, dibahas konflik tanah ulayat di Desa Wailebe dan peluang pemanfaatan lahan tidur milik kerajaan untuk budidaya jagung, padi, dan sorgum.

Alumnus Lemhanas RI ini juga mendorong budidaya rumput laut sebagai alternatif penghasilan keluarga nelayan pesisir Flores Timur.

“Negara tidak boleh membiarkan nelayan, petani, dan peternak terus berada dalam situasi rentan. Mereka adalah produsen pangan yang menopang kehidupan masyarakat,” pungkas Rahman.**

Berita Terkait

PADI Ajak Akademisi hingga Budayawan Dukung Friedrich Silaban Jadi Pahlawan Nasional
Gebrakan Baru! Otsuka Gandeng RS Nasional dalam Program Mental Ease at Workplaces
Achmad Nur Hidayat: Transparansi Penegakan Hukum Penting untuk Menjaga Kepercayaan Investor
Oleh: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta.
Kasus Batu Bara PLN Soroti Pentingnya Reformasi Dugaan Pengadaan Energi Primer
Prof. Ferry: Pengungkapan Kasus Penyimpangan Energi oleh Kortas Tipidkor Polri Berkontribusi terhadap Kepercayaan Investor dan Penguatan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Peran Strategis Padigital Dalam Ketahan Moneter Indonesia
Warung Yanti Mak Pret, Surga Sarapan Rumahan di Kepanjen

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:16 WIB

PADI Ajak Akademisi hingga Budayawan Dukung Friedrich Silaban Jadi Pahlawan Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:52 WIB

Gebrakan Baru! Otsuka Gandeng RS Nasional dalam Program Mental Ease at Workplaces

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:26 WIB

Achmad Nur Hidayat: Transparansi Penegakan Hukum Penting untuk Menjaga Kepercayaan Investor

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:34 WIB

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta.

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kasus Batu Bara PLN Soroti Pentingnya Reformasi Dugaan Pengadaan Energi Primer

Berita Terbaru