Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTAncaman 15.800 Ton Sampah Luar Angkasa, Ilmuwan Peringatkan Risiko Besar bagi Bumi dan SatelitKomentar: 0

Ancaman 15.800 Ton Sampah Luar Angkasa, Ilmuwan Peringatkan Risiko Besar bagi Bumi dan Satelit

Teropong Rakyat, 24 Mei 2026, 23:34 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta, teropongrakyat.co – Ancaman besar dari luar angkasa kini menjadi perhatian serius para ilmuwan dan insinyur kedirgantaraan dunia. Mereka memperingatkan bahwa orbit Bumi semakin padat akibat tumpukan puing-puing antariksa yang terus bertambah setiap tahun.

Berdasarkan data jaringan pemantauan antariksa Amerika Serikat, saat ini terdapat lebih dari 33.000 keping puing luar angkasa yang mengorbit Bumi. Puing-puing tersebut bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, mencapai 28.000 kilometer per jam, sehingga benda sekecil apa pun dapat menimbulkan kerusakan besar jika bertabrakan dengan satelit, pesawat ruang angkasa, maupun stasiun luar angkasa berawak.

Baca Juga:  Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin

Para ahli menyebutkan bahwa total berat sampah antariksa yang saat ini mengelilingi Bumi telah mencapai sekitar 15.800 ton. Jumlah tersebut setara dengan puluhan pesawat penumpang besar yang hancur dan tersebar di orbit Bumi.

Yang lebih mengkhawatirkan, para ilmuwan menilai bahwa masalah ini tidak akan otomatis selesai meskipun seluruh negara menghentikan peluncuran roket baru. Tabrakan antarpuing yang sudah berada di orbit berpotensi menghasilkan lebih banyak pecahan baru, sehingga memperparah kondisi dan meningkatkan risiko terjadinya reaksi berantai yang dikenal sebagai Kessler Syndrome.

Jika kondisi ini terus berlanjut, orbit Bumi berisiko menjadi semakin berbahaya bagi aktivitas luar angkasa. Dampaknya tidak hanya mengancam misi eksplorasi antariksa, tetapi juga layanan penting yang bergantung pada satelit, seperti komunikasi, navigasi GPS, pemantauan cuaca, hingga jaringan internet global.

Baca Juga:  Pandawara Group Temui Presiden Prabowo, Siap Gelar Aksi Besar Tangani Sampah di Indonesia

Para pakar kini mendorong kerja sama internasional untuk mempercepat upaya pembersihan sampah antariksa dan memperketat regulasi peluncuran satelit guna mencegah bertambahnya puing-puing baru di masa mendatang.

Meski sebagian besar puing yang memasuki atmosfer akan terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi, ancaman terhadap infrastruktur satelit dan keselamatan misi luar angkasa tetap menjadi perhatian utama komunitas ilmiah dunia.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain