FUKRI Tegaskan: Keamanan Sejati di Papua Tak Lahir dari Senjata, Melainkan dari Keadilan dan Dialog

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Pusat – Teropongrakyat.co  – Kamis, 16 Juli 2026 – Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) yang mewadahi PGI, KWI, PGPI, PGLII, PBI, BK, GMAHK, dan GOI mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang tegas terkait situasi kemanusiaan di Tanah Papua.

Bertempat di Ghra Oikoumene PGI Jl Salemba Raya Jakarta Pusat, FUKRI menegaskan bahwa pendekatan militeristik yang selama ini ditempuh bukanlah solusi, melainkan justru memperpanjang penderitaan dan siklus kekerasan.

FUKRI Tegaskan: Keamanan Sejati di Papua Tak Lahir dari Senjata, Melainkan dari Keadilan dan Dialog - Teropong Rakyat

Berikut adalah Pernyataan Sikap Penuh Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI):

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA

Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI): PGI, KWI, PGPI, PGLII, PBI, BK, GMAHK, GOI

“Mengakhiri Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua, Mengedepankan Martabat Manusia, Dialog, dan Keadilan, Bukan Militerisasi”

Lebih dari lima dekade setelah Papua berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tanah ini masih menyisakan luka kemanusiaan yang belum kunjung dipulihkan. Konflik bersenjata yang terus berlangsung telah menimbulkan korban jiwa tanpa henti, baik dari kalangan Orang Asli Papua, warga sipil non-Papua, aparat keamanan, maupun pihak-pihak lain yang terjebak dalam pusaran kekerasan. Di tengah situasi tersebut, perempuan, anak-anak, tokoh agama, tenaga kesehatan, guru, petani, dan masyarakat adat tetap menjadi kelompok yang paling rentan menanggung akibatnya.

Peristiwa-peristiwa tragis yang kembali terjadi di Intan Jaya dan sejumlah wilayah konflik lainnya dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan bahwa krisis kemanusiaan di Papua bukan lagi persoalan insidental, melainkan krisis struktural yang terus berulang tanpa penyelesaian yang bermartabat.

Baca Juga:  Imigrasi Periksa 12 Perusahaan Asing di Kepulauan Riau yang Masuk Daftar Pencabutan Izin Usaha

Pada saat yang sama, negara terus memperkuat pendekatan keamanan melalui penambahan satuan militer dan pengerahan personel. Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pendekatan ini benar-benar menjawab kebutuhan utama Orang Asli Papua, atau justru memperpanjang rasa takut dan ketidakpercayaan?

Sebagai umat Kristiani yang dipanggil menjadi pembawa damai (Matius 5:9), kami memandang bahwa keamanan sejati tidak pernah lahir hanya dari kekuatan senjata, melainkan dari keadilan, penghormatan martabat manusia, dan kesediaan membangun dialog yang tulus. Sikap ini juga berlandaskan konstitusi UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya.

FUKRI Tegaskan: Keamanan Sejati di Papua Tak Lahir dari Senjata, Melainkan dari Keadilan dan Dialog - Teropong Rakyat

Berdasarkan hal tersebut, kami menyatakan sikap:

1. Menyatakan keprihatinan sangat mendalam atas krisis kemanusiaan yang tak kunjung berakhir. Kami berdukacita karena konflik terus merenggut nyawa manusia. Setiap korban adalah ciptaan menurut gambar Allah, dan tidak ada tujuan apa pun yang membenarkan hilangnya kehidupan dan martabat manusia. Kami menyerukan kepada seluruh pihak bersenjata untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan mengutamakan keselamatan warga sipil.

2. Mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh pendekatan keamanan yang diterapkan. Pengalaman panjang menunjukkan dominasi pendekatan militeristik tidak mampu menghadirkan perdamaian berkeadilan, justru memicu pengungsian dan trauma. Kesejahteraan tidak diukur dari banyaknya aparat, melainkan dari membaiknya pendidikan, kesehatan, perlindungan hak masyarakat adat, dan terpenuhinya keadilan sosial.

Baca Juga:  Jawa Barat Kotanya Mafia BBM Ilegal,Diduga Opung (Herwin 55) Oknum TNI Aktif Di Balik Bisnis Ini

3. Mendesak prioritas penanganan kemanusiaan bagi ribuan pengungsi internal yang masih hidup dalam keterbatasan pangan, layanan kesehatan, dan perlindungan. Negara memiliki kewajiban konstitusional melindungi warga paling rentan ini.

4. Menegaskan dialog kemanusiaan adalah jalan paling bermartabat. Dialog bukan tanda kelemahan, melainkan wujud kedewasaan demokrasi untuk mendengarkan luka, membangun kepercayaan, dan mencari solusi yang menghormati seluruh pihak.

5. Menyerukan penyelamatan kehidupan sebagai prioritas tertinggi. Gereja tidak berpihak pada kekerasan, melainkan berpihak kepada kehidupan, mereka yang terluka, pengungsi, perempuan, anak-anak, dan setiap keluarga yang berduka.

6. Mengajak gereja memperkuat pelayanan kemanusiaan dan meminta pemerintah memberi ruang luas tanpa stigma atau kecurigaan, karena pelayanan kasih bukanlah gerakan politik terlarang.

Kami mengajak seluruh elemen bangsa terus mendoakan agar Tuhan membuka jalan perdamaian dan memberi hikmat kepada para pemimpin untuk mengedepankan keadilan, kemanusiaan, dan dialog.

Kiranya Allah, Sang Raja Damai, menghibur yang berduka, memulihkan yang terluka, dan menuntun Indonesia menjadi rumah bersama yang menjunjung tinggi martabat manusia.

Reporter: Johan Sopaheluwakan

Berita Terkait

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak
PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!
Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska
Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar
Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga
GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai
Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib
Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:54 WIB

FUKRI Tegaskan: Keamanan Sejati di Papua Tak Lahir dari Senjata, Melainkan dari Keadilan dan Dialog

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:52 WIB

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:16 WIB

PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!

Senin, 13 Juli 2026 - 20:38 WIB

Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska

Senin, 13 Juli 2026 - 08:31 WIB

Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar

Berita Terbaru