Wamenko Pangan Tinjau PG Krebet Baru di Malang, Percepat Swasembada Gula Nasional

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG | Teropongrakyat.co – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau PT PG Rajawali I Unit PG Krebet Baru I di Kabupaten Malang, Kamis (16/7), untuk memastikan kesiapan industri gula nasional dalam mendukung target swasembada gula.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif Faisol Nurofiq didampingi Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. Rombongan berdiskusi dengan manajemen pabrik sekaligus melihat langsung proses produksi gula.

Usai dari pabrik, Wamenko Pangan bersama Bupati Malang melanjutkan kunjungan ke kebun tebu dengan produktivitas minimal 100 ton per hektare di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi.

Hanif mengatakan kunjungan ke Kabupaten Malang merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi arahan Presiden RI untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya pada komoditas padi, jagung, dan gula.

Baca Juga:  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026

“Gula pada tahun 2026 ini sebenarnya sudah dicanangkan untuk swasembada gula. Namun, swasembada gula menjadi sebuah keniscayaan karena di lapangan masih banyak problematika yang harus dihadapi,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan pemerintah, Indonesia masih membutuhkan sekitar 700 ribu hektare tambahan lahan tebu untuk mencapai target swasembada gula.

Menurutnya, pembangunan industri gula nasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dilakukan secara bertahap dari sektor hulu hingga hilir.

Hanif juga menyoroti besarnya dampak impor gula terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, setiap sekitar 3,5 ton gula rafinasi impor yang dikonversi menjadi gula tebu membutuhkan satu tenaga kerja.

Baca Juga:  Kejaksaan Agung RI Tangkap Mantan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono

“Saat kita mengimpor hampir 5 juta ton, maka akan ada hampir satu juta tenaga kerja yang dibutuhkan. Ini kemudian yang menjadi tujuan pemerintah,” katanya.

Pemerintah, lanjut Hanif, telah menyusun berbagai langkah percepatan untuk membangun swasembada gula nasional, mulai dari peningkatan produktivitas tebu hingga penguatan industri pengolahan gula.

“Dengan swasembada gula, tingkat kesejahteraan masyarakat tidak akan jatuh ke luar, tetapi akan tetap kembali kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terkait

1.000 Kacamata Gratis Dibagikan! Aksi Sosial Optik Melawai Bantu Warga Jakarta Utara Melihat Lebih Jelas
Warga dan Pemerintah Duduk Bersama! Proyek SUTET 500 kV Jakarta Looping Siap Terangi Masa Depan
Lahan Bambu di Dau Terbakar, Api Membesar Diterpa Angin dan Nyaris Merembet ke Permukiman
GEMARI: Herdianto Kasi Uheksi Kejati Riau Cuma Ujung Keris–Tapi Kami Akan Tarik Keris Itu Sampai ke Gagangnya di Jakarta
Misbakhun Suntik Rp100 Juta untuk Persekap U-17, Dorong Talenta Muda Pasuruan Tembus Level Profesional
Kolaborasi Pusat dan DKI, Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Perlindungan Sosial
Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru
Tiga Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Malang, Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:37 WIB

1.000 Kacamata Gratis Dibagikan! Aksi Sosial Optik Melawai Bantu Warga Jakarta Utara Melihat Lebih Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Warga dan Pemerintah Duduk Bersama! Proyek SUTET 500 kV Jakarta Looping Siap Terangi Masa Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Lahan Bambu di Dau Terbakar, Api Membesar Diterpa Angin dan Nyaris Merembet ke Permukiman

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:19 WIB

GEMARI: Herdianto Kasi Uheksi Kejati Riau Cuma Ujung Keris–Tapi Kami Akan Tarik Keris Itu Sampai ke Gagangnya di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Misbakhun Suntik Rp100 Juta untuk Persekap U-17, Dorong Talenta Muda Pasuruan Tembus Level Profesional

Berita Terbaru