Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Teropongrakyat.co – Banjir yang kini rutin merendam pemukiman warga Mandau Talawang bukan sekadar bencana alam. Ia menjadi bukti nyata bagaimana ketidakselarasan data antar lembaga perizinan bisa merugikan ribuan orang. Hal ini terungkap dalam audensi perwakilan warga dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (7/7).

Wakil Ketua Komisi XII Sugeng Suparwoto bersama anggota dapil Kalimantan Tengah Sigit Karyawan Yunianto, Drs. Cornelis, Arif Riyanti Aopdona, dan Sharon menerima keluhan yang disampaikan Ketua Umum Organisasi Masyarakat Mandau Talawang Kristianto D. Tunjang beserta jajarannya.

Selama lebih dari 17 tahun, PT Kapuas Maju Jaya diduga beroperasi membuka lahan dan merambah kawasan hutan. Namun, warga menemukan fakta ganjil: data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten berbeda dengan catatan di kementerian terkait soal status lahan dan Hak Guna Usaha (HGU). Tidak ada kejelasan mana data yang sah, sementara aktivitas terus berjalan.

Baca Juga:  Beredar Surat Pernyataan Dukungan Transaksi Jual Beli Lapak Antar PKL Alun-Alun Kota Batu Diduga Sengaja Dibuat, Bagas: untuk Halangi Hukum?  

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga - Teropong Rakyat

Akibatnya, aliran sungai yang menjadi jalur alami air tertutup dan terganggu. “Satu per satu sungai kecil hingga besar berubah arah atau tertutup. Air tidak punya tempat mengalir, akhirnya masuk ke rumah kami,” ujar Kristianto.

Kecurigaan semakin menguat saat ditemukan kejanggalan pada koperasi yang terkait operasi perusahaan: nama ketua tercatat berubah menjadi bendahara di data resmi, sementara ketua yang menjabat saat ini adalah anggota DPRD setempat. Belum lagi ironi warga yang berani melaporkan justru berujung di penjara.

Baca Juga:  Kurangnya Pemahaman Jurnalis Dalam Pemberitaan, Marwah Jurnalistik Tercoreng!

Merespons hal ini, Komisi XII tidak hanya akan memeriksa izin perusahaan. Surat resmi akan dikirim ke Komisi II dan Komisi IV untuk menyelaraskan data antar instansi, memverifikasi keabsahan dokumen, serta menelusuri alasan perbedaan catatan yang terjadi selama bertahun-tahun.

“Data yang tidak selaras adalah celah terbesar dalam pengawasan. Kita harus pastikan mana yang benar, siapa yang lalai, dan segera memperbaikinya sebelum kerusakan makin parah,” tegas perwakilan Komisi XII.

Warga berharap pengecekan ini tidak berhenti pada dokumen semata, tapi segera diikuti pemulihan aliran sungai dan penghentian aktivitas yang merusak sampai kejelasan hukum tercapai. (Red)

Berita Terkait

GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai
Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib
Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen
Gallant Sutikno Lawan PT Bank DBS Indonesia: Kesalahan Informasi, Pemblokiran, hingga Pembukaan Sepihak Berujung Sengketa Hukum
Ketum BPI KPNPA RI Desak Kapolda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Kanit Reskrim Polres Merangin
BPI KPNPA RI Dorong Satgas PKH Buka Hasil Uji Lab 25 Kontainer PT PMM ke Publik
Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan
Bea Cukai Malang Gagalkan Pengiriman 49.400 Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp36,9 Juta

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:23 WIB

GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:14 WIB

Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:12 WIB

Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen

Senin, 6 Juli 2026 - 14:14 WIB

Gallant Sutikno Lawan PT Bank DBS Indonesia: Kesalahan Informasi, Pemblokiran, hingga Pembukaan Sepihak Berujung Sengketa Hukum

Berita Terbaru

TNI – Polri

Irjen TNI Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 105 Pati TNI

Kamis, 9 Jul 2026 - 21:49 WIB