Kota Malang | Teropongrakyat.co – Semarak FIFA World Cup 2026 tidak hanya terasa di stadion-stadion megah tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga merambah hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Di Kota Malang, euforia pesta sepak bola terbesar di dunia itu diwujudkan melalui gerakan bertajuk “Jumat Piala Dunia, Jumat Penuh Semangat” yang mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengenakan jersei tim nasional favorit maupun kaos bernuansa Piala Dunia setiap hari Jumat.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap ajang olahraga paling bergengsi di dunia sekaligus upaya menciptakan suasana kerja yang lebih dinamis, akrab, dan penuh semangat di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Piala Dunia Jadi Sarana Memperkuat Persatuan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa Piala Dunia bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan momentum yang mampu mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai sportivitas di tengah masyarakat.
Menurutnya, perhelatan yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai benua tersebut selalu menjadi perayaan global yang dinantikan masyarakat dunia. Karena itu, ia mengajak ASN maupun masyarakat Kota Malang untuk ikut menyemarakkan ajang tersebut dengan cara yang positif.
“Piala Dunia adalah perayaan olahraga yang dinantikan masyarakat dunia. Kami mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kota Malang untuk ikut menyemarakkan euforia ini dengan cara yang positif, mengenakan jersei tim favorit, menyaksikan pertandingan melalui kanal resmi, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persatuan meskipun memiliki tim dukungan yang berbeda-beda,” ujar Wahyu, Jumat (19/6/2026).
Nobar di MCC Jadi Ruang Kebersamaan Warga
Selain mengajak masyarakat menyaksikan pertandingan melalui saluran resmi, Pemkot Malang juga menyiapkan berbagai fasilitas agar warga dapat menikmati atmosfer Piala Dunia secara bersama-sama.
Salah satunya dengan menyediakan lokasi nonton bareng (nobar) di Malang Creative Center atau MCC. Kehadiran ruang publik tersebut diharapkan menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk menikmati pertandingan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Wahyu menyebut masyarakat juga dapat menikmati siaran pertandingan melalui TVRI yang menjadi pemegang hak siar eksklusif FIFA World Cup 2026 di Indonesia. Kehadiran televisi publik nasional tersebut dinilai memberikan akses yang luas bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan dari berbagai penjuru dunia.
Momentum Dongkrak Ekonomi dan UMKM
Tak hanya menghadirkan hiburan, euforia Piala Dunia juga diyakini membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Wahyu mengungkapkan bahwa momentum ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong daerah memanfaatkan perhelatan olahraga dunia sebagai penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Meningkatnya kegiatan nobar, ramainya pusat kuliner, toko perlengkapan olahraga, hingga bertambahnya transaksi pelaku usaha menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor ekonomi lokal.
“Ketika masyarakat berkumpul untuk menikmati pertandingan, ada perputaran ekonomi yang terjadi. UMKM, sektor kuliner, hingga pelaku ekonomi kreatif dapat merasakan manfaatnya. Karena itu mari kita jadikan momentum Piala Dunia ini sebagai penggerak ekonomi sekaligus sarana mempererat kebersamaan,” tambahnya.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang diperkirakan menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama berlangsungnya turnamen tersebut.
Jaga Sportivitas dan Kerukunan
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap tim-tim favorit masing-masing, Wahyu mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan yang selama ini menjadi ciri khas Kota Malang.
Ia menegaskan bahwa perbedaan dukungan dalam sepak bola seharusnya menjadi warna yang memperkaya kebersamaan, bukan menjadi pemicu perpecahan. Semangat sportivitas harus tetap dikedepankan, baik saat menonton pertandingan maupun dalam interaksi sehari-hari.
Melalui gerakan “Jumat Piala Dunia, Jumat Penuh Semangat”, Pemkot Malang berharap seluruh masyarakat dapat menikmati kemeriahan FIFA World Cup 2026 dengan penuh kegembiraan, menjaga kondusivitas daerah, menghormati perbedaan pilihan tim, serta bersama-sama mewujudkan Kota Malang yang semakin mbois, harmonis, dan berkelas di tengah semarak pesta sepak bola dunia.


























































