Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPasar Disebut Sepi, Pedagang Sunter Podomoro Keberatan dengan Biaya Revitalisasi Rp49 Juta per MeterKomentar: 0
Gibran Rakabuming Raka

Pasar Disebut Sepi, Pedagang Sunter Podomoro Keberatan dengan Biaya Revitalisasi Rp49 Juta per Meter

Teropong Rakyat, 8 Agustus 2026, 02:38 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi
Dua narasumber saat ditemui di kawasan Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, dalam rangka memberikan keterangan terkait kondisi dan rencana revitalisasi pasar (foto: teropongrakyat.co)

JAKARTA UTARA, teropongrakyat.co  – Rencana revitalisasi Pasar Sunter Podomoro, Jalan Sunter Karya Utara, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapat perhatian dari sejumlah pedagang.

Para pedagang mempertanyakan dasar revitalisasi serta besaran biaya yang ditawarkan. Randi, salah satu perwakilan pedagang, mengatakan biaya yang disampaikan mencapai Rp49 juta per meter untuk los bawah dan Rp39 juta per meter untuk los atas.

“Pedagang mempertanyakan dasar revitalisasi. Kondisi pasar saat ini juga sedang sepi, sementara biaya yang ditawarkan cukup besar,” ujar Randi, Kamis (6/8/2026).

Randi mengaku mendapat kuasa dari sejumlah pedagang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan kepada pihak manajemen pasar.

Baca Juga:  Erick Thohir Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Mendoakan Timnas Indonesia U-23

Menurutnya, persoalan revitalisasi sebenarnya sudah pernah menjadi pembahasan pada tahun 2012. Saat itu, kata Randi, para pedagang juga sempat menolak rencana revitalisasi karena persoalan biaya.

Di sisi lain, salah satu anggota Tim 18 yang ditunjuk pihak manajemen mengatakan revitalisasi tetap direncanakan berjalan dengan nilai Rp39 juta per meter untuk los atas dan Rp49 juta per meter untuk los bawah.

“Tim 18 membantu sosialisasi kepada pedagang. Untuk mekanismenya, setahu saya melalui tender. Ada pedagang yang setuju karena pasar memang perlu pembaruan, tetapi ada juga yang keberatan karena harganya dianggap memberatkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan dengan besaran biaya tersebut.

Baca Juga:  “Perang dengan Daftar G”, Antara Komitmen dan Kenyataan di Lapangan

Menurutnya, kondisi pasar yang sedang sepi membuat pedagang kesulitan menyediakan dana untuk revitalisasi.

“Yang memberatkan karena kondisi pasar sekarang sepi. Duitnya juga tidak ada. Jadi kami berharap ada solusi dari pemerintah,” katanya.

Para pedagang berharap pihak manajemen dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar revitalisasi, mekanisme pelaksanaan, rincian biaya, serta skema pembayaran.

Hingga rilis ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak manajemen Pasar Sunter Podomoro terkait persoalan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen maupun pihak terkait lainnya demi menjaga keberimbangan pemberitaan.

Lihat Nasional Selengkapnya→
Artikel Terkait Nasional
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain