Kota Batu | Teropongrakyat.co – Penguatan kepemimpinan dan kaderisasi menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) Senkom Mitra Polri Jawa Timur yang digelar di Hotel Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Sabtu (8/8/2026).
Rakorprov tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Senkom Mitra Polri 2026. Forum ini menjadi momentum untuk menyampaikan hasil Rapimnas sekaligus menyatukan langkah seluruh jajaran Senkom Mitra Polri di Jawa Timur dalam memperkuat organisasi untuk lima tahun ke depan.

Ketua Pengprov Senkom Mitra Polri Jawa Timur, Maun Toredjo, menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar program organisasi, melainkan kebutuhan penting untuk memastikan keberlanjutan tugas dan fungsi Senkom Mitra Polri.
Menurut Maun, organisasi membutuhkan kader-kader yang memiliki kemampuan kepemimpinan sekaligus memahami tanggung jawab yang melekat pada setiap jabatan.
“Seorang pemimpin tentunya harus mengambil peran, selalu tangguh di depan, mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin,” tegas Maun.
Tiga Kunci Menjadi Pemimpin
Dalam pembekalan kepemimpinan, Maun menyampaikan tiga kunci utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni akuntabilitas, keterbukaan, dan kompetensi.
Akuntabilitas, kata dia, berarti seorang pemimpin harus berani mengambil tanggung jawab dan tidak melempar persoalan kepada orang lain. Pemimpin juga dituntut mampu menjadi teladan bagi kader serta anggota di bawahnya.
Selain itu, keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat. Seorang pemimpin harus mampu menerima kritik dan saran serta tidak menjadikan jabatan sebagai ruang untuk mengedepankan ego pribadi.
“Jangan sampai sebagai pemimpin egonya yang dikedepankan. Seorang pemimpin harus sadar diri dengan keterbatasan kita,” ujarnya.
Maun menekankan, kesadaran terhadap keterbatasan diri justru menjadi modal bagi seorang pemimpin untuk terus belajar. Karena itu, kompetensi harus terus ditingkatkan agar setiap kader mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai perkembangan tantangan organisasi.
Kaderisasi Jadi Investasi Organisasi
Rakorprov juga menjadi ruang untuk memperkuat sistem kaderisasi di seluruh tingkatan organisasi Senkom Mitra Polri Jawa Timur. Kaderisasi dinilai penting agar regenerasi kepemimpinan dapat berjalan secara terarah dan berkesinambungan.
Selain penyampaian hasil Rapimnas, agenda Rakorprov turut diisi dengan pembekalan kepemimpinan dan penyegaran kesekretariatan. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Maun berharap seluruh hasil Rakorprov tidak berhenti pada forum rapat, tetapi benar-benar diterapkan oleh seluruh jajaran Senkom Mitra Polri di Jawa Timur.
“Harapannya hasil Rakorprov ini bisa ditindaklanjuti seluruh jajaran, sehingga penguatan organisasi dan kaderisasi benar-benar berjalan,” ujarnya.
Dengan penguatan kepemimpinan, kaderisasi, serta tata kelola kesekretariatan, Senkom Mitra Polri Jawa Timur diharapkan semakin solid dan mampu menjaga keberlanjutan peran organisasi dalam mendukung tugas-tugas kemitraan dengan Polri serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


























































