Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTSengketa Belum Putus, Jhon Kenedy Peringatkan Jangan Langgarkan Proses HukumKomentar: 0

Sengketa Belum Putus, Jhon Kenedy Peringatkan Jangan Langgarkan Proses Hukum

Teropong Rakyat, 8 Agustus 2026, 10:37 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Muara Teweh –  Teropongrakyat.co – 8 AGUSTUS 2026 – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) Kalimantan Tengah, Jhon Kenedy, mengeluarkan pernyataan tegas lewat surat resmi bernomor 059/DPP-LPKP/KTG/VIII/2026 tanggal 7 Agustus 2026 yang ditujukan langsung kepada Bupati Barito Utara. Ia menolak tegas pelaksanaan pertemuan yang diagendakan Camat Lahei pada 10 Agustus 2026 terkait arahan dan mekanisme pemberian ganti rugi lahan kepada PT Nusa Persada Resources (PT NPR).

Tidak Sah Mewakili Warga

Jhon Kenedy menegaskan, organisasi yang ditunjuk menjadi mitra dialog yakni “Proposal Perkumpulan Karendan Bersatu Membangun” tidak memiliki legitimasi mewakili seluruh pemilik hak di Desa Karendan. “Organisasi itu tidak memiliki lahan kelola, hanya mewakili oknum tertentu. Dibentuk secara sepihak, bahkan warga pemilik lahan asli tidak dilibatkan. Jika dijadikan perwakilan tunggal, hak puluhan keluarga pemilik lahan akan dikorbankan,” tegasnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Tunggal di Jalan Nagrak, Rusunawa Nagrak,Seorang Wanita Alami Luka Serius

Berpotensi Melanggar Aturan Hukum

Langkah Camat Lahei dipandang menyalahi aturan: melawan UU No.30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan UU No.20 Tahun 2001 Pemberantasan Korupsi. Terlebih saat ini perkara sengketa lahan antara Prianto dengan PT NPR sedang dalam proses kasasi di Mahkamah Agung dengan nomor 90/SK.HK.02/VII/2026/PN Mtw tanggal 27 Juli 2026.
“Melakukan penyelesaian sepihak saat perkara masih berjalan adalah bentuk pengabaian kewibawaan pengadilan, berpotensi intimidasi terhadap pemilik hak, dan jika terjadi kerugian maka tanggung jawab mutlak ada penyelenggara rapat,” bunyi ketegasan dalam surat tersebut.

Baca Juga:  Usai KM Virgo Kecelakaan, Keluarga Sopir Asal Malang Masih Berharap Ditemukan Selamat

Sengketa Belum Putus, Jhon Kenedy Peringatkan Jangan Langgarkan Proses Hukum - Teropong Rakyat

Peringatan Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu

Jhon Kenedy kembali mengingatkan kesalahan pembebasan lahan seluas 190 hektare yang pernah terjadi keliru dan merugikan warga, serta belum tuntas hingga kini. “Jangan sampai langkah terburu-buru justru menambah keributan baru dan kerugian yang tidak terukur,” katanya.

LPKP meminta Bupati Barito Utara segera menginstruksikan pembatalan rapat tersebut. Segala keputusan terkait lahan wajib menunggu putusan berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung. Surat juga disampaikan ke Kapolda Kalteng, Kapolres Barito Utara, pihak perusahaan, penasihat hukum Prianto, serta disebarkan ke masyarakat Karendan agar transparan. (Red/trjs/

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain