Lahir Pancasila 2026: Rahmad Sukendar Minta Prabowo Fokus Benahi Ekonomi Rakyat

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Teropongrakyat.1 Juni 2026 – Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, untuk mengkritisi arah kebijakan pemerintah. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto lebih memprioritaskan pembenahan ekonomi dalam negeri dibanding kunjungan ke luar negeri.

Menurut Rahmad, nilai Pancasila harus diwujudkan lewat kebijakan yang berpihak pada rakyat. Saat ini masyarakat menghadapi tantangan ekonomi seperti daya beli turun, lapangan kerja terbatas, dan harga kebutuhan pokok naik.

“Kondisi ekonomi masyarakat butuh perhatian serius. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata agar rakyat merasakan manfaat pembangunan langsung,” ujar Rahmad, Senin (1/6/2026).

Baca Juga:  Profil lengkap Budiman Sudjatmiko, Ketua Badan Pengentasan Kemiskinan

PR Pemerintah Menurut Rahmad Sukendar:
1. Penguatan ekonomi kerakyatan
2. Penciptaan lapangan kerja
3. Pemberantasan narkoba
4. Peningkatan pelayanan publik
5. Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok

Rahmad mengakui kunjungan luar negeri penting untuk diplomasi dan investasi. Tapi ia menegaskan prioritas utama tetap masalah rakyat di dalam negeri.

“Hari Lahir Pancasila harus jadi momentum refleksi. Jangan sampai rakyat merasa diabaikan saat ekonomi sulit,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Lingkungan hingga UMK, Program TJSL PT Pelindo Solusi Logistik 2025 Berikan Dampak Nyata Kepada Masyarakat

Ia juga mengingatkan sila kelima Pancasila, _Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia_, harus jadi pedoman utama kebijakan. “Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Nilainya harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berpihak ke rakyat kecil,” lanjutnya.

Menutup pernyataan, Rahmad mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan dan membangun Indonesia yang adil dan sejahtera.

“Rakyat butuh bukti nyata, bukan sekadar janji. Pemerintah harus tunjukkan keberpihakan lewat langkah konkret,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Sekdis Disperindag Kota Bekasi Singgung Wacana Putus Kontrak Proyek Revitalisasi Pasar Bantargebang
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia
Sekdis Disperindag Bekasi Romi Bantah Miliki MCK Pasar Bantargebang, Minta Klarifikasi Tak Dipublikasikan
Dukung Hilirisasi, Pelindo Sinergi Bangun KIKT: Kawasan Industri Terintegrasi di Jalur Selat Malaka
Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak Alun-Alun Batu Mengerucut ke Oknum Ketua Paguyuban, Lapak PKL di Cor Permanen, Oknum ASN Terlibat?
Optimalisasi Aset Negara, Kemenhub Dukung Pembangunan Infrastruktur di Sulawesi Barat
Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 00:00 WIB

Sekdis Disperindag Kota Bekasi Singgung Wacana Putus Kontrak Proyek Revitalisasi Pasar Bantargebang

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:50 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:24 WIB

Sekdis Disperindag Bekasi Romi Bantah Miliki MCK Pasar Bantargebang, Minta Klarifikasi Tak Dipublikasikan

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:40 WIB

Lahir Pancasila 2026: Rahmad Sukendar Minta Prabowo Fokus Benahi Ekonomi Rakyat

Senin, 11 Mei 2026 - 18:39 WIB

Dukung Hilirisasi, Pelindo Sinergi Bangun KIKT: Kawasan Industri Terintegrasi di Jalur Selat Malaka

Berita Terbaru