Warga Marunda Resah, Kali Anakan Blencong Diduga Terputus Akibat Proyek Rusun Marunda: Ancaman Rob dan Kerusakan Ekosistem Menghantui

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Warga di Jalan Rumah Si Pitung RT 01, RT 02 RW 07, Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan dampak pembangunan Rusun Marunda yang diduga menyebabkan kali anakan Blencong terputus akibat aktivitas pengurukan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius dari masyarakat pesisir terkait ancaman banjir rob yang dinilai akan semakin parah. Minggu, (10/05/2026).

Menurut warga, aliran air yang sebelumnya menjadi jalur pembuangan menuju laut kini terganggu. Dampaknya mulai dirasakan terutama saat malam hari ketika air pasang mulai masuk dan merendam permukiman warga.

“Ini tiap malam sudah kita rasakan dampaknya sudah merendam rumah kita, gimana nanti rob tingginya,” ujar Hendra, salah satu warga setempat.

Baca Juga:  Majukan Olahraga Tenis, Belasan Pengurus PELTI Jakut Resmi Dilantik

Warga menilai Pemerintah Daerah DKI Jakarta bersama dinas-dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, serta pihak pengembang proyek seharusnya lebih memperhatikan dampak lingkungan sebelum melakukan pengurukan di kawasan pesisir.

Selain persoalan saluran air yang diduga terputus, warga juga menyoroti banyaknya pohon mangrove yang disebut dibabat habis selama proses pembangunan berlangsung. Padahal, mangrove memiliki fungsi penting sebagai penahan abrasi, penyeimbang ekosistem pesisir, hingga pelindung alami dari gelombang pasang laut.

Ironisnya, kawasan Marunda dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir yang rentan terdampak rob dan perubahan iklim. Namun, warga menilai upaya perlindungan lingkungan justru terkesan diabaikan demi kepentingan pembangunan.

Baca Juga:  Upacara Peringatan Hari Ibu di Jakut Berlangsung Khidmat

Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk memeriksa dampak lingkungan dan sistem drainase di sekitar permukiman warga. Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, banjir rob di Cilincing akan semakin tinggi dan mengancam keselamatan serta kesehatan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah maupun pengembang terkait keluhan warga tersebut.

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Berita Terbaru