MALANG | Teropongrakyat.co – Upaya meningkatkan kesadaran hukum dan keselamatan berlalu lintas terus dilakukan Senkom Kabupaten Malang. Bersama Satlantas Polres Malang, organisasi tersebut menggelar Coaching Clinic Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C yang diikuti puluhan peserta di Kantor Pelayanan SIM Polres Malang, Minggu (31/5/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja rutin Senkom yang tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memahami proses pengurusan SIM, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini. Peserta yang hadir berasal dari keluarga anggota Senkom, masyarakat sekitar, hingga kalangan Generasi Z yang telah memenuhi syarat usia untuk memiliki SIM.
Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, mengatakan bahwa coaching clinic kali ini memiliki cakupan lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika selama ini mayoritas peserta berasal dari anggota Senkom, kini edukasi juga diberikan kepada keluarga dan masyarakat umum yang belum memiliki SIM.
“Melalui pembekalan ini, peserta dapat memahami alur, materi ujian, hingga etika berkendara sebelum mengikuti ujian resmi. Harapannya mereka lebih siap dan dapat lulus dengan baik,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Dari target 100 peserta, sebanyak 60 hingga 80 orang mengikuti kegiatan yang mencakup materi teori dan praktik. Bahkan sejumlah peserta diketahui langsung mendaftar pada hari pelaksanaan.
Baur SIM Satpas Prototype Polres Malang, Aiptu Nova Hanta Putra, mengapresiasi langkah proaktif Senkom dalam menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh positif karena berasal dari inisiatif komunitas yang aktif mengajukan permohonan pembinaan kepada kepolisian.
Dalam sesi pembekalan, Satlantas Polres Malang memberikan pemahaman mengenai aturan lalu lintas, etika berkendara, serta perkembangan sistem penegakan hukum berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai penanganan awal saat menemukan kecelakaan lalu lintas. Masyarakat diimbau tidak memindahkan korban secara sembarangan dan segera menghubungi layanan darurat 110 untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Satlantas Polres Malang juga menerapkan pendekatan komunikasi yang lebih humanis dalam pelayanan SIM. Cara ini dinilai efektif mengurangi rasa gugup peserta saat mengikuti ujian, terutama bagi kalangan muda yang mendominasi peserta coaching clinic.
Melalui kegiatan ini, Senkom Kabupaten Malang berharap dapat melahirkan agen-agen keselamatan berlalu lintas yang mampu menyebarkan informasi positif kepada masyarakat bahwa proses pengurusan SIM berlangsung mudah, transparan, dan sesuai prosedur.
Bagi masyarakat yang ingin memperoleh pembekalan serupa, Satlantas Polres Malang membuka program coaching clinic SIM gratis setiap Senin hingga Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB setelah jam pelayanan reguler berakhir.



























































