NEGERIKU TERGULUNG

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Samsuddaha

Tiada terasa nama Indonesia sudah menjelang satu abad, bendera Merah Putih semakin berkibar di angkasa raya sampai ke seantero dunia. Itulah negeriku Indonesia, bangsa dan tanah air Indonesia.

Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Bapak Proklamator.

Delapan puluh satu tahun adalah usia dewasa bagi ukuran umur manusia. Namun, bagi suatu negara atau bangsa adalah usia yang masih muda. Kalau kita membuka sejarah, peradaban manusia di dunia ini sudah terjadi ratusan dan bahkan ribuan tahun yang lalu. Negeri Mesir sudah berumur ribuan tahun sejak para nabi, yaitu Nabi Yusuf, Nabi Musa, dan anak turunannya.

Begitu pula di bumi Asia, Eropa, dan Amerika sudah berabad-abad dalam membangun peradaban dunia. Dalam sejarah dunia pasti akan terjadi konflik horizontal, baik karena politik, sosial, atau agama. Hingga sampai abad ke-21 ini, dunia masih banyak gejolak di mana-mana. Inilah dunia yang dulu pernah diprotes oleh malaikat karena akan dihuni oleh manusia. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 30 yang artinya, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’”

Kalau kita bercermin pada wajah dunia, saat ini serpihan wajah dunia ada yang gundah gulana, meratapi nasib bangsanya yang dijajah bangsa lain, seperti Palestina dan negara di bagian benua Afrika yang mengalami perang antarkelompok. Begitu pula di negara kita tercinta ini, masih ada gejolak di Aceh, Papua, dan daerah lain yang menjadi pusat perhatian publik dan pemerintah. IAI (Iran, Amerika, dan Israel) juga belum mereda.

Di sisi lain, saat ini juga ada serpihan wajah dunia yang damai, makmur, adil, dan sejahtera menyelimuti warganya. Begitu pula di bumi pertiwi yang menginjak usia 81 ini juga demikian adanya. Ada suka dan duka, ada bahagia dan menderita, ada kejujuran dan kebohongan, ada amanah dan khianat, dan seterusnya.

Waktu tetap berjalan dan dunia tetap berputar, kalau kita menyimak kabar dan berita di media massa, hati terasa sesak dan teriris, korupsi yang ratusan triliun masih bisa bernapas dengan lega. Ada sekolah agama yang ditemukan memiliki 995 senjata beserta narkoba di Jakarta Selatan, perundungan di mana-mana, tawuran antar kelompok masih sering terjadi, dan drama ijazah palsu dipertontonkan kepada publik dengan vulgar dan kekonyongan. Entah siapa yang benar, masyarakat diharap sabar menunggu.

Tahun ini tahun 2026, Indonesia akan memperingati dan memeriahkan HUT RI ke-81 dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Semoga tema ini menjadi doa yang mustajab sehingga Indonesia akan mencapai kedaulatan, adil, dan makmur. Aamiin.

Baca Juga:  Aisyiyah Jatimekar Bekasi Gelar Aksi Berbagi Sembako Dan Takjil, Meraih Berkah di Bulan Ramadan

Tanggal 11 September 2001 terjadi serangan terhadap menara kembar Gedung World Trade Center (WTS) di Amerika Serikat oleh teroris. Tragedi ini oleh pemerhati dunia dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Quran. Tanggal 11 dijadikan sebagai juz 11, sedangkan September, bulan yang ke-9, bertepatan dengan Surah At-Taubah. Di sana ada ayat yang menerangkan kejatuhan atau keruntuhan gedung yang tinggi, ada ayat yang berbunyi jurufin hārin (jurang yang jatuh). Tragedi di Amerika tersebut lokasinya di jalan yang namanya mirip dengan jurufin hārin. Wallahu a’lam.

Tahun ini HUT RI ke-81, kalau kita melihat di Al-Quran surat ke-81 adalah At-Takwir yang artinya menggulung. Surat ini menceritakan peristiwa besar di mana apa yang telah dikerjakan oleh setiap jiwa di dunia yang fana ini, ayat pertama berbunyi, “Apabila matahari digulung.” Ayat kedua, “Bintang-bintang berjatuhan.” dan seterusnya.

Mohon maaf ini bukan ilmu klenik atau ramalan Joyoboyo atau lainnya. Namun, ini hanya refleksi sebagai rakyat untuk bermuhasabah, berpikir, dan merenung untuk hari yang akan datang. Awal tahun 2000-an, ada selebaran tak bertanggung jawab yang memprediksi bahwa negara Indonesia tahun 2030 akan rontok dan runtuh. Semoga tulisan itu salah 100% dan Indonesia tetap jaya dan damai sampai kapan pun.

Masih dalam surat At-Takwir dijelaskan bahwa Al-Quran adalah firman Allah yang dibawa Rasulullah yang mempunyai kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi Allah. Ini artinya Indonesia masih tetap berdaulat penuh, merah putih berkibar dengan selamanya PBNI (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945) dipertahankan dan diamalkan anak bangsa ini.

Allah memberi petunjuk kepada kita dalam Surah An-Nahl ayat 112 yang artinya, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezekinya datang melimpah dari segenap tempat. Tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (Q.S. An-Nahl:112).

Ayat ini sepertinya menyinggung bangsa Indonesia yang “gemah ripah loh jinawi”, yang berarti keadaan suatu negeri atau wilayah yang sangat subur, makmur, kaya akan hasil alam, ramai, serta rakyatnya hidup tenteram dan sejahtera. Ungkapan orang Jawa kuno itu perlu dipertahankan dan diupayakan walaupun sangat sulit, karena ini adalah tugas berat bagi pemimpin bangsa dan rakyat Indonesia.

Sesuai dengan bunyi Pembukaan UUD 1945 paragraf keempat, “Kemudian daripada itu untuk membentuk pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Baca Juga:  Ketika Kode Etik Jurnalistik Mulai Ditinggalkan

Begitu indah dan mulianya para pendiri bangsa untuk mewujudkan cita-citanya dalam membangun bangsa, baik jiwa maupun raganya untuk meraih cita-cita yang mulia ini. Namun, kendala dan rintangan selalu menghadang di depan mata yang dilakukan sebagian anak bangsa yang tidak bermoral.

Ketahuilah, setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasi keruwetan bangsa Indonesia. Di bawah ini ada beberapa resep untuk membangun bangsa yang ideal. Resep yang bukan hanya menuntut orang menjadi baik, tetapi membangun sistem yang mendorong amanah dan mencegah pengkhianatan di segala lini.

Adapun resep membangun bangsa yang amanah adalah sebagai berikut:

1. Iman dan Takwa

Pondasi awal untuk membangun adalah dengan membangun kesadaran bahwa jabatan adalah amanah dari Allah, bukan kesempatan memperkaya diri dan golongan.

2. Keteladanan Pemimpin

Seorang pemimpin bangsa harus menjadi contoh kejujuran sebelum menuntut rakyat menjadi jujur. Kesederhanaan dalam sendi kehidupan sehingga tidak berbuat serakah membabi buta.

3. Rekrutmen berdasarkan Integritas dan Kompetensi

Kader yang mumpuni, kreatif, dan bertanggung jawab sebagai tolok ukur utama, bukan hanya kedekatan, keluarga, popularitas, dan kepentingan kelompok tertentu (KKN).

4. Transparansi di Segala Bidang

Dalam hal anggaran, kebijakan, dan penggunaan kekuasaan harus dapat diketahui dan diawasi masyarakat luas, sehingga tidak ada kebocoran anggaran di setiap instansi, proyek, atau di mana pun.

5. Pengawasan Kuat dan Independen

Siapa pun pejabat publik harus siap diperiksa dan diaudit oleh siapa pun untuk menghindari korupsi yang mewabah.

6. Sanksi yang Tegas dan Adil

Supremasi hukum harus ditegakkan, tidak ada lagi istilah tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Pelanggaran amanah jangan dibiarkan dan memainkan hukum karena pelakunya atau tersangkanya memiliki jabatan dan kekuasaan. Kata Bang Haji, yang benar di penjara yang salah tertawa.

7. Pendidikan Karakter Sejak Dini

Untuk membangun karakter harus dimulai sejak usia dini, mulai sekolah dasar, sekolah menengah, sudah ditanamkan sikap kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan malu berbuat curang dan salah. Hal tersebut harus dibiasakan di keluarga, sekolah, dan lingkungan.

8. Memberi Penghargaan kepada Orang yang Jujur

Masyarakat jangan hanya menggunakan orang-orang yang berduit dan berkuasa, tetapi juga orang yang berintegritas tinggi.

9. Ikhtiar dan Doa

Manusia adalah makhluk yang lemah, manusia bisa berusaha namun Allah yang menentukan, manusia boleh berencana namun Allah sebagai penentu takdir. Doa adalah intinya ibadah, doa adalah senjata seorang muslim (hadis Nabi), maka berdoalah sepanjang waktu.

Sebagai akhir tulisan ini, ada firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 58 sebagai pengingat kepada kita, yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya”.

Berita Terkait

Ketika Kode Etik Jurnalistik Mulai Ditinggalkan
Ujian Kepastian Hukum dan Reforma Agraria
Ucapan Selamat dari LBH No Viral No Justice DKI Jakarta atas Pelantikan Pengurus DPW IPJI Provinsi Kepulauan Riau Periode 2026–2030
Zoon Politicon di Tengah Panggung Informasi: Menyalurkan Aspirasi Hak Politik Jurnalis Tanpa Melanggar Kode Etik Jurnalistik
Antara Harapan dan Kekecewaan terhadap Kebijakan Pemerintah
Permasalahan Tanah di Indonesia, Konflik yang Tak Kunjung Usai
Dosen Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Kebun Jeruk Batu Malang
Ironi Nasionalisme yang Membunuh Anak Kandungnya Sendiri

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:24 WIB

NEGERIKU TERGULUNG

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:56 WIB

Ketika Kode Etik Jurnalistik Mulai Ditinggalkan

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:20 WIB

Ujian Kepastian Hukum dan Reforma Agraria

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:07 WIB

Ucapan Selamat dari LBH No Viral No Justice DKI Jakarta atas Pelantikan Pengurus DPW IPJI Provinsi Kepulauan Riau Periode 2026–2030

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:50 WIB

Zoon Politicon di Tengah Panggung Informasi: Menyalurkan Aspirasi Hak Politik Jurnalis Tanpa Melanggar Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru

Opini

NEGERIKU TERGULUNG

Rabu, 12 Agu 2026 - 21:24 WIB

TNI – Polri

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berlangsung Aman dan Kondusif

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:18 WIB