Dosen UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Anggota Senkom Kota Pasuruan soal Keamanan Transaksi Elektronik

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, teropongrakyat.co — Perkembangan transaksi digital yang semakin masif perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keamanan dalam bertransaksi. Literasi digital tidak hanya menyangkut kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kecakapan mengenali risiko dan mengambil keputusan secara bijak ketika melakukan transaksi keuangan secara elektronik.

Upaya tersebut dilakukan dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Kota Pasuruan, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00-12.00 WIB di Aula Baitul Muhajirin itu diikuti sekitar 20 anggota Senkom Kota Pasuruan. Salah satu materi utama membahas keamanan transaksi elektronik dan upaya mengurangi risiko kerugian dalam aktivitas keuangan digital.

Dalam pemaparannya, Dr. M. Tahajjudi Ghifary menjelaskan bahwa kemudahan transaksi digital harus diikuti dengan kehati-hatian pengguna. Masyarakat perlu memahami bahwa transaksi yang cepat dan praktis tetap memiliki sejumlah risiko, terutama apabila pengguna mengabaikan aspek keamanan.

Ia antara lain mengingatkan peserta untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak memberikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada pihak lain, serta lebih berhati-hati terhadap tautan dan pesan yang meminta informasi keuangan.

Perhatian juga diberikan pada aktivitas belanja daring yang kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Konsumen, menurut Ghifary, perlu memastikan kredibilitas toko sebelum melakukan transaksi. Reputasi penjual, ulasan konsumen, keamanan metode pembayaran, serta kewajaran harga dapat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli suatu produk.

Baca Juga:  Polda Lampung Ungkap Kasus Pemerasan yang Melibatkan Oknum LSM dan Wartawan

“Kemudahan transaksi digital harus diikuti dengan kemampuan mengenali risiko. Jangan sampai kecepatan dan kemudahan justru membuat kita mengabaikan aspek keamanan dalam bertransaksi,” ujar Ghifary.

Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya sikap kritis terhadap berbagai modus penipuan digital. Tawaran dengan keuntungan yang tidak wajar, permintaan transfer secara mendadak, hingga penggunaan identitas pihak tertentu untuk memperoleh uang perlu diwaspadai.

Menurut Ghifary, literasi transaksi elektronik tidak berhenti pada kemampuan melindungi diri sendiri. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran mengenai keamanan digital.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen UPN “Veteran” Jawa Timur. Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Edukasi mengenai transaksi elektronik yang aman berkaitan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi masyarakat; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan pemahaman mengenai aktivitas ekonomi dan transaksi digital yang aman; serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), terutama dalam membangun masyarakat yang lebih sadar terhadap risiko penipuan dan penyalahgunaan dalam ruang digital.

Ketua Senkom Kota Pasuruan, H. Wahyudi Tri Wuryanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, perkembangan teknologi menuntut anggota Senkom untuk terus meningkatkan pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Baca Juga:  Tasyakuran dan Doa Bersama Polres Kepulauan Seribu Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H

Ia meminta anggota Senkom tidak berhenti belajar, termasuk memahami perkembangan teknologi dan berbagai risiko yang menyertainya. Kemampuan mengikuti perkembangan zaman, menurut Wahyudi, juga perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

“Kita harus terus belajar dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, yang tidak kalah penting adalah tetap menjadi insan yang berbudi luhur sehingga apa yang kita lakukan tidak merugikan orang lain maupun diri sendiri,” kata Wahyudi.

Kegiatan berlangsung melalui pemaparan materi dan diskusi bersama peserta. Sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari turut dibahas, mulai dari memilih toko daring yang dapat dipercaya hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk transaksi yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan di lingkungan akademik, tetapi juga membawa pengetahuan tersebut lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah semakin luasnya penggunaan layanan keuangan dan perdagangan digital, kemampuan masyarakat untuk bertransaksi secara aman menjadi bagian penting dari literasi digital.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seperti Senkom diharapkan dapat memperluas penyebaran pengetahuan mengenai transaksi elektronik yang aman, bertanggung jawab, dan beretika di tengah masyarakat. (Ghifary)

Berita Terkait

S Tidak Boleh Jatuh Jadi Korban, Relawan Perempuan dan Anak Indonesia Kawal Persoalan Vanessa: Anak Tetap Harus Sekolah, Jabatan Tak Boleh Menjadi Perisai Keadilan
Guruh Sukarnoputra, Tokoh Budaya dan Putra Tokoh Proklamator Berpulang, PEWARNA Indonesia Sampaikan Duka Mendalam
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Keluarga Mohon Doa dan Maaf
Rumondang M Sitompul Kehadiran Perempuan Kristen Penting Dalam Politik Indonesia
Sempat Diremehkan, Pemilah Sampah Surya bin Samid Terpilih Jadi Kades Mekarwangi Bekasi
Mabes Polri Janji Tangani Dugaan Penipuan Investasi Tambang Emas, Kuasa Hukum: Kami Pegang Komitmen Profesionalisme
Polsek Pondok Gede Gelar Sosialisasi Kamtibmas di SMKS Hutama, Ajak Pelajar Tolak Provokasi Unjuk Rasa dan Tawuran
Tiga Saksi Diperiksa dalam Sidang Nana Sutisna di PN Serang, Kuasa Hukum Soroti Perbedaan Keterangan dengan BAP

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:42 WIB

Dosen UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Anggota Senkom Kota Pasuruan soal Keamanan Transaksi Elektronik

Sabtu, 26 September 2026 - 17:06 WIB

S Tidak Boleh Jatuh Jadi Korban, Relawan Perempuan dan Anak Indonesia Kawal Persoalan Vanessa: Anak Tetap Harus Sekolah, Jabatan Tak Boleh Menjadi Perisai Keadilan

Sabtu, 26 September 2026 - 10:35 WIB

Guruh Sukarnoputra, Tokoh Budaya dan Putra Tokoh Proklamator Berpulang, PEWARNA Indonesia Sampaikan Duka Mendalam

Sabtu, 26 September 2026 - 09:41 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Keluarga Mohon Doa dan Maaf

Sabtu, 26 September 2026 - 00:23 WIB

Rumondang M Sitompul Kehadiran Perempuan Kristen Penting Dalam Politik Indonesia

Berita Terbaru