Saksi Ngaku Diancam Tembak, Tubagus Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Periksa Oknum Jaksa

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Teropongrakyat.co- Dugaan intimidasi oleh aparat penegak hukum kembali mencuat. Seorang saksi bernama Jaam, pengelola MCK di Pasar Bantar Gebang, mengaku mendapat ancaman serius saat diperiksa di Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum BPIKPNPARI, Tubagus Rahmad Sukendar, melontarkan pernyataan keras dan mendesak agar oknum jaksa yang diduga arogan segera diperiksa.

“Ini tidak bisa ditoleransi. Jika benar ada ancaman ‘tembak’ terhadap saksi, maka itu adalah bentuk intimidasi brutal dan pelanggaran hukum serius. Kejari Kota Bekasi harus bertindak tegas, jangan melindungi oknum,” tegas Rahmad,.Jumat (24/4/26).

Saksi Ngaku Diintimidasi Saat Diperiksa
Peristiwa itu terjadi pada 21 April 2026 saat Jaam dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang oleh oknum pejabat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi tahun 2025.

Penyelidikan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) Nomor: Prin-2/M.2.17/Fd.2/04/2026.

Baca Juga:  Poros 98 : Bubarkan Badan Gizi Nasional atau Presiden Prabowo Mundur

Jaam mengungkapkan, suasana pemeriksaan berubah tegang ketika dirinya dianggap memberikan keterangan yang tidak sesuai oleh oknum jaksa.

“Dia bilang saya bohong. Saya tegaskan saya jujur, bahkan siap bersumpah. Tapi dia malah membentak dan bilang ‘saya tembak kamu’,” ujar Jaam.
Tak hanya itu, Jaam juga mengaku ponselnya disita dan diminta memberikan PIN, namun hingga kini belum dikembalikan.

“Saya hanya saksi, bukan tersangka. Kenapa HP saya ditahan? Ini membuat saya takut dan tertekan,” katanya.

Rahmad: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Tekanan
Rahmad Sukendar menegaskan, tindakan tersebut jika terbukti merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang mencederai kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
“Hukum itu melindungi, bukan mengintimidasi. Jika aparat justru menakut-nakuti saksi, ini sangat berbahaya bagi penegakan hukum itu sendiri,” ujarnya.

Ia memastikan akan segera mendatangi Kejari Kota Bekasi untuk meminta klarifikasi sekaligus mendorong pengusutan internal secara transparan.

Baca Juga:  Praktik Calo dan Bagi-Bagi Amplop di Satpas Bekasi Kota Masih Menjamur, APH Sengaja Tutup Mata?

“Kami tidak akan diam. Oknum seperti ini harus ditindak. Jangan sampai institusi besar rusak karena ulah segelintir orang,” tegasnya.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Saat ini, Jaam mengaku tengah mencari pendampingan hukum dan berencana menggelar konferensi pers guna membuka kasus ini ke publik.

Kasus ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan dugaan praktik pungli di lingkungan pasar rakyat, yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Publik kini menunggu langkah tegas dari Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk memastikan apakah dugaan intimidasi tersebut akan diusut secara objektif atau justru dibiarkan tanpa kejelasan.

Hingga berita ini di terbitkan pihak kejaksaan Negeri Kota Bekasi belum dapat di konfirmasi atas pengakuan saksi tersebut.

Berita Terkait

Diduga Pemasangan Tiang Jaringan Internet Milik PT MyRepublic Belum Kantongi Izin Lingkungan, Warga Pertanyakan Legalitas Proyek
LPKP Laporkan Kapolres Barito Utara ke Divpropam, Sorot Pembakaran Pondok Saat Penertiban PETI & Kasus Pembunuhan Km 95`
BNN dan Polres Cianjur Bersinergi Bongkar Peredaran Sabu, Satu Pelaku Masuk DPO
Kasus Mineral Pangkalpinang Menggantung, BPI KPNPA RI Minta Transparansi
Kinerja Positif: IPC TPK Tumbuh Merata di Berbagai Wilayah Operasi
Diduga Jual Obat Keras Daftar G Secara Bebas, Warga Minta Polisi Usut Tuntas hingga Dugaan Keterlibatan Oknum
PT MPM Tegaskan Tak Pernah Wanprestasi dalam Pengelolaan Pelabuhan Umum Jetty Meulaboh
Terendus Dugaan Penimbunan dan Peredaran Oli Palsu di Kalideres, Ada Isu Keterlibatan Oknum Berseragam

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:58 WIB

Diduga Pemasangan Tiang Jaringan Internet Milik PT MyRepublic Belum Kantongi Izin Lingkungan, Warga Pertanyakan Legalitas Proyek

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:50 WIB

LPKP Laporkan Kapolres Barito Utara ke Divpropam, Sorot Pembakaran Pondok Saat Penertiban PETI & Kasus Pembunuhan Km 95`

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:32 WIB

BNN dan Polres Cianjur Bersinergi Bongkar Peredaran Sabu, Satu Pelaku Masuk DPO

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:44 WIB

Kasus Mineral Pangkalpinang Menggantung, BPI KPNPA RI Minta Transparansi

Senin, 15 Juni 2026 - 12:04 WIB

Kinerja Positif: IPC TPK Tumbuh Merata di Berbagai Wilayah Operasi

Berita Terbaru

TNI – Polri

Brimob Metro Jaya Cegah Tawuran di Bekasi, 3 Remaja-Sajam Diamankan

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:23 WIB

Pendidikan

Mahasiswa UMM Menggelar Fun Trail Bersama Motoestjava

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:37 WIB