Pemkot Jakbar Diminta Tertibkan PRC dan Street Food City Resort

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co – Peredaran minuman keras (miras) di kawasan Pasar Rakyat Cengkareng (PRC) dan street food City Resort, Cengkareng Timur, makin tidak terbendung.

Pasalnya, aparat penegak hukum dan Satpol PP pun tak berkutik dalam menindak maupun memberantas permasalahan tersebut.

Berdasarkan pantauan wartawan kawasan PRC, Cengkareng Timur, mulai dipenuhi tempat hiburan liar dan rumah makan liar yang tidak mengantongi izin.

Selain itu, tempat-tempat itupun juga bebas menjual miras bermacam golongan A, B dan C.

Akibatnya, kawasan yang ramai malam hari itu tergolong area paling rawan dan berbahaya di wilayah Cengkareng Timur.

Bahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang diperkirakan berjumlah 600-an lapak memenuhi kawasan itu.

Baca Juga:  Tantang PT NPR, Prianto Minta Pembuktian Keabsahan Pembebasan Lahan 140 Hektare yang Diduga Sepihak

Kawasan PRC inipun dikenal sebagai kawasan keributan, pemalakan, dan tindak kriminal lainnya.

Di cap sebagai kawasan berbahaya karena banyak bercokol ormas, preman, pengamen, pengemis, copet dan sampah masyarakat lainnya mengais rejeki di area itu.

Berbeda halnya dengan street food City Resort, Cengkareng Timur, kawasan menengah ke atas ini seakan bebas menjual miras di pinggir jalan.

Bahkan, reklame dan baliho “brand” miras pun aman terpasang tanpa ada aksi penindakan dari Satpol PP Jakbar.

Restoran street food City Resort yang beroperasi mulai sore hingga dinihari bebas menjual miras dan mendapat penjagaan dari satpam perumahan.

Seperti halnya PRC, street food City Resort juga menjual miras bermacam golongan, dan juga menyediakan bermacam SPG miras untuk melayani tamu.

Baca Juga:  Taperum DPRD Indramayu Disorot! BPIKPNPARI Tekan Kejati Jabar Segera Umumkan Tersangka

“PRC dan street food City Resort sudah dari dulu berdiri, jadi nggak heran jika peredaran miras leluasa di kedua tempat itu. Percuma di tindak juga bang, banyak kepentingan orang atau hajar bersama 2 lokasi itu,” ungkap sumber kepada wartawan, Selasa (7/4).

“Tidak bisa dipungkiri juga semua oknum terlibat dalam lingkaran kedua tempat itu,” sambungnya.

Cengkareng Timur yang tergolong salah satu wilayah elite di Jakarta Barat ternyata menyimpan sisi gelap dilingkungannya.

Kendati demikian, dibutuhkan aparat hukum yang berani untuk merapihkan wilayah itu.

Kendornya pengawasan aparat terhadap wilayah itu bakal menciptakan image negatif kepada aparat.

Berita Terkait

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga
GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai
Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib
Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen
Gallant Sutikno Lawan PT Bank DBS Indonesia: Kesalahan Informasi, Pemblokiran, hingga Pembukaan Sepihak Berujung Sengketa Hukum
Ketum BPI KPNPA RI Desak Kapolda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Kanit Reskrim Polres Merangin
BPI KPNPA RI Dorong Satgas PKH Buka Hasil Uji Lab 25 Kontainer PT PMM ke Publik
Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:23 WIB

GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:14 WIB

Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:12 WIB

Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen

Senin, 6 Juli 2026 - 14:14 WIB

Gallant Sutikno Lawan PT Bank DBS Indonesia: Kesalahan Informasi, Pemblokiran, hingga Pembukaan Sepihak Berujung Sengketa Hukum

Berita Terbaru

TNI – Polri

Niat Salip Truk Berujung Maut, Mahasiswi Tewas di Jalan Raya Pakisaji

Jumat, 10 Jul 2026 - 19:43 WIB