Rahmad Sukendar Minta Klarifikasi Istana soal Isu Hoaks Libatkan Seskab dan Pangkopassus

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta .Teropongrakyat.co – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, angkat bicara terkait beredarnya isu liar di media sosial yang menyeret nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Panglima Komando Pasukan Khusus Djon Afriandi.

Rahmad menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya insiden penamparan di lingkungan Istana Kepresidenan tidak benar alias hoaks. Namun demikian, Rahmad menilai penting adanya kejelasan resmi dari pihak Istana agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Jangan sampai isu seperti ini menjadi bola liar di masyarakat. Apakah benar atau tidak, publik butuh kejelasan resmi agar kepercayaan terhadap pemerintah tetap terjaga,” ujar Rahmad dalam keterangannya. Rabu (22/4/26).

Baca Juga:  Deklarasi Gerakan "Selamatkan Pertamina 0 Korupsi" Serukan Reformasi Total di Pertamina

Menurutnya, meskipun klarifikasi telah disampaikan oleh pihak Komando Pasukan Khusus (Kopassus), langkah tersebut belum cukup meredam persepsi publik yang sudah terlanjur terbentuk di ruang digital.

“Memang dari pihak Kopassus sudah menyampaikan bahwa itu hoaks, tapi akan lebih baik jika ada penjelasan langsung dari pihak Istana. Ini penting untuk menjaga kredibilitas pemerintah,” tegasnya.

Isu Viral Picu Kegaduhan Publik
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan narasi yang menyebut adanya perselisihan fisik antara Teddy Indra Wijaya dan Djon Afriandi usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Kabar tersebut pertama kali muncul dari unggahan akun media sosial yang tidak terverifikasi, yang mengklaim adanya ketegangan terkait pengaturan waktu pertemuan hingga berujung pada dugaan tindakan fisik.

Baca Juga:  850 Juta Amblas Demi Raih Pangkat Perwira, Ini Kronologinya?

Namun, pihak Penerangan Kopassus dengan cepat memberikan klarifikasi resmi bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan kabar bohong tanpa dasar yang jelas.

Imbauan Bijak Bermedia Sosial
Rahmad Sukendar juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

Ketum BPIKPNPA RI menekankan bahwa penyebaran hoaks dapat merusak kepercayaan publik serta menciptakan kegaduhan yang tidak perlu.

“Kita semua harus lebih cerdas dalam bermedia sosial. Jangan mudah percaya sebelum ada klarifikasi resmi dari sumber yang kredibel,” tutupnya.

(*)

Berita Terkait

Terungkap! Dua Gudang Oli di Cipondoh Kembali Beroperasi Usai Tutup Sementara
Peredaran Obat Terlarang di Bekasi Timur dan Rawalumbu Meningkat, Polisi Waspadai Modus Baru
Ketua Ombudsman Ditangkap, Yohanes Oci: Ini Bentuk Abuse of Power di Tubuh Pengawas Negara
Dari Laptop Jadi Perkara: James Gunawan Divonis 18 Bulan Penjara
Keberhasilan Satresnarkoba Polres Batu, Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi 40 Butir Patut Diacungi Jempol
Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Ampelgading, 12 Paket Diamankan
Isu Pelemahan Polri di Revisi KUHAP, Rahmad Sukendar Soroti Adanya Pembiaran
Jeritan Keluarga di Balik Jeruji: Saat Harapan Nyaris Padam, Rahmad Sukendar Datang Membuka Jalan Keadilan

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:43 WIB

Rahmad Sukendar Minta Klarifikasi Istana soal Isu Hoaks Libatkan Seskab dan Pangkopassus

Selasa, 21 April 2026 - 17:01 WIB

Peredaran Obat Terlarang di Bekasi Timur dan Rawalumbu Meningkat, Polisi Waspadai Modus Baru

Jumat, 17 April 2026 - 10:18 WIB

Ketua Ombudsman Ditangkap, Yohanes Oci: Ini Bentuk Abuse of Power di Tubuh Pengawas Negara

Rabu, 15 April 2026 - 20:17 WIB

Dari Laptop Jadi Perkara: James Gunawan Divonis 18 Bulan Penjara

Rabu, 15 April 2026 - 17:14 WIB

Keberhasilan Satresnarkoba Polres Batu, Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi 40 Butir Patut Diacungi Jempol

Berita Terbaru