Terendus Dugaan Penimbunan dan Peredaran Oli Palsu di Kalideres, Ada Isu Keterlibatan Oknum Berseragam

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret; dok-teropongrakyat.co

Jakarta Barat, teropongrakyat.co – Warga melaporkan adanya dugaan aktivitas penimbunan dan peredaran oli palsu di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat. Lokasi yang dimaksud berada di Jalan Kapuk Kamal Indah 1, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, aktivitas yang diduga berkaitan dengan penimbunan dan peredaran oli palsu tersebut disebut telah berlangsung cukup lama. Keberadaan lokasi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena dikhawatirkan dapat merugikan konsumen serta membahayakan pengguna kendaraan bermotor.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan berharap aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap lokasi tersebut.

“Kami berharap pihak kepolisian segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan. Jika memang benar ada aktivitas penimbunan atau peredaran oli palsu, tentu harus ditindak sesuai hukum yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat,” ujarnya. Jumat, 12/6/26

Baca Juga:  Seorang Warga Mengaku Dicurangi di Rumah Potong Hewan Unggas Rorotan, Jakarta Utara

Warga lainnya juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap maraknya peredaran oli palsu yang berpotensi merusak mesin kendaraan serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

Terendus Dugaan Penimbunan dan Peredaran Oli Palsu di Kalideres, Ada Isu Keterlibatan Oknum Berseragam - Teropong Rakyat

“Kami hanya ingin ada kepastian hukum. Jika memang tidak ada pelanggaran, silakan dibuktikan. Namun apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, kami berharap aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu,” katanya.

Selain dugaan penimbunan dan peredaran oli palsu, beredar pula informasi di kalangan masyarakat mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum berseragam aktif yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan aktivitas di lokasi tersebut.

Sementara itu, seorang petugas keamanan (security) yang bertugas di kawasan pergudangan tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait dugaan oli palsu yang beredar di masyarakat.

“Itu memang oli. Kalau urusan palsu atau tidak, saya tidak paham. Itu kewenangan pihak penyewa. Kami hanya bertugas menjaga keamanan saja,” ujar petugas keamanan yang identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga:  Segel Dilanggar, Hukum Dipertanyakan: Rahmad Sukendar Semprot Keras Aparat di Kasus PT Gandasari Shipyard

Pakar otomotif menilai peredaran oli palsu merupakan persoalan serius yang dapat menimbulkan dampak luas. Selain merugikan konsumen secara ekonomi, penggunaan oli yang tidak memenuhi standar berpotensi mempercepat kerusakan komponen mesin, menurunkan performa kendaraan, hingga meningkatkan risiko kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Atas dasar itu, masyarakat berharap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H., beserta jajarannya dapat melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Metro Jakarta Barat maupun pihak pengelola gudang belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait informasi yang berkembang di masyarakat.

Berita Terkait

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak
PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!
Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska
Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar
Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga
GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai
Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib
Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:52 WIB

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:16 WIB

PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!

Senin, 13 Juli 2026 - 20:38 WIB

Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska

Senin, 13 Juli 2026 - 08:31 WIB

Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga

Berita Terbaru