Badan Musyawah (Bamus) Betawi Mengelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan Tema “Menyosong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global”

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PUSAT,teropongrakyat.co- Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar rapat kerja Selasa 16 juni 2026 yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Betawi, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengurus organisasi kemasyarakatan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi sekaligus penguatan peran masyarakat Betawi dalam mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal.

Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P. Ahmad, mengatakan rapat kerja tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para pengurus dan ketua kelompok masyarakat Betawi terkait perkembangan regulasi, arah pembangunan Jakarta, serta berbagai persoalan yang dihadapi ibu kota.
“Yang penting adalah bagaimana kita memberikan peningkatan kapasitas kepada para pengurus dan ketua kelompok terkait perkembangan ibu kota, regulasi terbaru, serta berbagai persoalan yang ada di Jakarta,” ujar Riano dalam sambutannya.

Menurut dia, Bamus Betawi juga berkomitmen mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur penguatan kelembagaan adat Betawi melalui pembentukan Majelis Kaum Betawi.

Riano mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap masyarakat dan budaya Betawi. Ia menilai sejumlah kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi putra-putri Betawi untuk mengisi posisi strategis di lingkungan pemerintahan merupakan bentuk nyata keberpihakan terhadap budaya lokal.
“Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya Betawi sebagai budaya asli Jakarta,” imbuhnya.

Baca Juga:  Polres Tangerang Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kehormatan Bamus Betawi, Fauzi Bowo, menekankan pentingnya persatuan masyarakat Betawi dalam menghadapi tantangan pembangunan Jakarta ke depan.

Menurut Fauzi, keberadaan Bamus Betawi merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat persatuan masyarakat Betawi sekaligus menjaga harkat, martabat, dan marwah budaya Betawi.
“Kalau kita bersatu, banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk kebaikan Jakarta dan masyarakat Betawi,” ujarnya.

Fauzi juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Berhijrah dari yang kurang baik menjadi lebih baik merupakan tantangan sekaligus kewajiban kita semua sebagai umat Islam,” tegas Fauzi.

Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menyampaikan bahwa visi Jakarta sebagai kota global harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya Betawi.

Ia menegaskan bahwa budaya Betawi harus tampil sebagai budaya lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas aslinya.
“Budaya Betawi harus menjadi budaya lokal yang mendunia, bukan budaya Betawi yang kehilangan jati dirinya karena mengikuti budaya luar,” ujarnya.

Baca Juga:  Se-Abad Chairil Anwar

Ali juga menyoroti pentingnya semangat inklusivitas dalam pembangunan Jakarta. Menurut dia, seluruh warga yang tinggal di Jakarta harus merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kota ini, sementara masyarakat Betawi tetap menjadi tuan rumah yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, ia mengajak seluruh pihak mendukung gerakan “Jaga Jakarta”, sebuah program kolaboratif yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, kebersihan, dan kualitas hidup di ibu kota.
“Jakarta tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah atau masyarakat Betawi saja, tetapi oleh seluruh warga yang merasa memiliki kota ini,” ujar Ali.

Rapat kerja tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat sinergi antara masyarakat Betawi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama dalam menyongsong lima abad Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.

Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, ditandai dengan komitmen para peserta untuk terus menjaga identitas budaya Betawi sebagai bagian penting dari masa depan Jakarta.

Berita Terkait

Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional 2026 Sukses Diikuti Ribuan Pemimpin Tokoh Kristen dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara
JIC Belum Direvitalisasi Pasca Kebakaran 2022, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemprov DKI Jakarta
Satpol PP Kecamatan Cilincing Amankan 72 Botol Miras di Semper Barat, Ketua RW Apresiasi Gerak Cepat Petugas
Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan
Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh
Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman
Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan
“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:13 WIB

Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional 2026 Sukses Diikuti Ribuan Pemimpin Tokoh Kristen dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:29 WIB

Satpol PP Kecamatan Cilincing Amankan 72 Botol Miras di Semper Barat, Ketua RW Apresiasi Gerak Cepat Petugas

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:40 WIB

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman

Berita Terbaru