Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTWarga Sriamur Pilih TPST Tetap Beroperasi, Soroti Dampak Jika DitutupKomentar: 0
DLH Bekasi

Warga Sriamur Pilih TPST Tetap Beroperasi, Soroti Dampak Jika Ditutup

Teropong Rakyat, 20 April 2026, 23:37 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Teropongrakyat.co, KABUPATEN BEKASI – Dukungan terhadap keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, terus menguat dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Fasilitas yang berada di Kampung Turi itu dinilai masih menjadi solusi utama dalam pengelolaan sampah di lingkungan desa.

Aspirasi tersebut mencuat setelah adanya inspeksi mendadak oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi bersama aparat kecamatan dan pemerintah desa, Senin (20/4/2026). Warga yang tinggal di sekitar lokasi menilai TPST memiliki peran krusial untuk mencegah masalah sampah yang lebih luas.

Tokoh masyarakat Sriamur, Nde Daeng, menegaskan bahwa TPST membantu menjaga lingkungan tetap terkendali. Menurutnya, tanpa fasilitas tersebut, potensi pembuangan sampah sembarangan akan meningkat. “Kalau tidak ada TPST, sampah bisa menyebar ke mana-mana dan justru memperparah kondisi lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Indonesia Sambut Baik Kunjungan Paus, Aktivis 98:  Bukti Nyata Kebhinekaan yang Benar

Meski mendukung, ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan. Tumpukan sampah yang tidak tertata dinilai bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga. Ia juga mendorong adanya penanganan serius terhadap kondisi Kali Bekasi agar tidak semakin tercemar.

Tokoh pemuda setempat, Lalan Wahyufi Sulaeman, turut menyuarakan hal serupa. Ia menilai rencana penutupan TPST bukan solusi yang tepat. “Kalau ditutup, warga pasti bingung dan akhirnya sampah dibuang sembarangan. Ini justru bisa jadi masalah baru,” katanya.

Baca Juga:  FWJI Bersama Sejumlah Media Bagikan Takjil di Depan Polres Jakarta Utara

Ia juga menambahkan bahwa pencemaran Kali Bekasi tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan TPST, melainkan juga berasal dari aktivitas industri dan fasilitas lain di sekitar wilayah tersebut.

Sementara itu, warga Dusun 3, Suri, menilai TPST membuat sistem pembuangan sampah menjadi lebih terarah karena telah terhubung dengan TPA Burangkeng. Ia berharap pemerintah tidak hanya mempertahankan operasional TPST, tetapi juga mengembangkannya.

Selain aspek lingkungan, keberadaan TPST juga memberikan dampak ekonomi dengan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Karena itu, masyarakat berharap TPST Sriamur tetap beroperasi dengan peningkatan fasilitas, armada, serta sistem pengelolaan yang lebih baik ke depan.

Baca tentangDLH Bekasi
Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain