GAZA, 27 Mei 2026 | teropongrakyat.co – Semangat ibadah tak tergoyahkan meski di tengah puing-puing kehancuran. Warga Jalur Gaza melaksanakan Salat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu pagi, tepat sehari setelah wilayah mereka kembali digempur serangan udara. Berada di sisa bangunan masjid yang hancur lebur akibat serangan Israel, ribuan warga tetap berkumpul, bersujud, dan berdoa dengan penuh kekhusyukan.
Situasi keamanan di wilayah tersebut masih sangat tidak stabil dan mencekam. Namun, hal itu sama sekali tidak menyurutkan tekad warga untuk menunaikan kewajiban ibadah hari raya. Suara takbir bergema di antara bangunan yang rusak parah, menjadi bukti keteguhan hati mereka di tengah penderitaan berkepanjangan.
Berbeda dengan perayaan Idul Adha di tempat lain yang biasanya meriah dengan penyembelihan hewan kurban, kali ini tradisi itu tidak bisa dilakukan oleh warga Gaza. Kondisi darurat, keterbatasan pasokan makanan, serta bantuan yang sulit masuk membuat mereka tidak mampu menyediakan hewan kurban. Hari raya tahun ini dijalani dengan sangat sederhana, penuh harap, dan banyak doa — terutama memohon keselamatan bagi sesama warga serta berakhirnya konflik yang telah berlangsung lama.
Momen ini menjadi pengingat keras bagi dunia: meskipun hidup dalam tekanan dan kehancuran, semangat beragama serta harapan akan kedamaian tetap hidup kuat di hati setiap warga Gaza.
Donie



























































