Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTAS Tekan Negara Teluk Bayar Triliunan Dolar untuk Perang Iran, Analis UngkapKomentar: 0

AS Tekan Negara Teluk Bayar Triliunan Dolar untuk Perang Iran, Analis Ungkap

Teropong Rakyat, 23 Maret 2026, 18:17 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi
AS minta kompensasi triliunan dari negara-negara Arab jika perang Iran terus berlanjut. Foto/ilustrasi

TEHERAN – Amerika Serikat disebut meminta sekutu-sekutunya di kawasan Arab untuk menanggung biaya besar jika ingin konflik dengan Iran mencapai hasil yang pasti. Hal ini diungkap oleh seorang jurnalis dan analis senior asal Oman.

Analis Oman, Salem Al-Jahouri, dalam wawancaranya dengan BBC Arabic menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tekanan besar kepada negara-negara Teluk Persia agar mengambil peran lebih aktif dalam konflik anti-Iran.

“Ia menekan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk untuk meningkatkan kontribusi, baik secara militer maupun ekonomi,” ujar Jahouri.

Baca Juga:  TPK Koja Raih Penghargaan Transformasi Organisasi Terbaik di Ajang Anugerah BUMN 2026

Menurutnya, tekanan tersebut tidak hanya bersifat politik, tetapi juga finansial dalam jumlah yang sangat besar. Ia mengungkap adanya kebocoran informasi yang menyebut Washington meminta negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) untuk menyetor dana hingga USD5 triliun (sekitar Rp84.781 triliun) jika ingin perang berlanjut.

“Jika mereka ingin menghentikan konflik, maka mereka diminta membayar sekitar USD2,5 triliun sebagai kompensasi kepada Amerika Serikat atas operasi yang telah dilakukan,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya dorongan dari Washington agar negara-negara Teluk memperdalam keterlibatan dalam operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.

Baca Juga:  Pidato Perdana di PBB, Presiden Prabowo Subianto Angkat Suara Indonesia di Podium Dunia

Namun demikian, negara-negara anggota GCC secara terbuka menyatakan penolakan terhadap konflik yang disebut dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Mereka juga membantah telah memberikan izin penggunaan wilayahnya untuk kepentingan serangan militer terhadap Iran.

Situasi ini menandai meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus memperlihatkan adanya perbedaan sikap antara Washington dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk terkait eskalasi konflik dengan Iran.

Lihat Internasional Selengkapnya→
Artikel Terkait Internasional
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain