Baiturrahim Islamic Carnival, Merawat Kerinduan pada Karnaval Sarat Nilai

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG | Teropongrakyat.co — Ribuan warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, tumpah ruah dalam Baiturrahim Islamic Carnival, Sabtu (12/9/2026) malam. Sekitar 3.000 peserta bergerak dari Dusun Trigu menuju finis di depan Masjid Baiturrahim.

Diselenggarakan Pengurus Masjid Baiturrahim Poncokusumo, karnaval yang digelar dua tahun sekali pada bulan Maulid itu memasuki penyelenggaraan ketiga. Pesertanya berasal dari TPQ, Madrasah Diniyah, lembaga pendidikan, wali santri, serta masyarakat dari tujuh blok di Desa Poncokusumo.

Mengangkat tema “Akulturasi Akhlak Rasulullah di Era Digital: Bijak Berteknologi, Santun Berinteraksi”, kegiatan ini tidak sekadar menawarkan kemeriahan. Ia menjadi ruang perjumpaan agama, budaya, kreativitas, dan kearifan lokal.

Takmir Masjid Baiturrahim Poncokusumo, Ustadz Angga Kusuma Putra, mengatakan karnaval menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai keislaman melalui kreativitas masyarakat.

Baca Juga:  Kekeliruan MAHFUD MD Menafsirkan Perpol Nomor 10 Tahun 2025

“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi ruang silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan keislaman melalui kreativitas,” ujarnya.

Kerinduan masyarakat terhadap karnaval juga dirasakan tokoh masyarakat Poncokusumo, Khoirul Anam, yang akrab disapa Embah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang budaya yang tidak berhenti pada tontonan, tetapi memiliki pesan.

“Masyarakat kangen dengan karnaval yang mengusung nilai-nilai dan kreativitas daerah masing-masing. Tidak harus keras, tetapi pesan moral, substansi, dan nilai yang disampaikan harus jelas,” katanya.

Pesan itu menjadi relevan di tengah era digital. Ketika teknologi membuat manusia semakin mudah berbicara, tantangannya justru bagaimana tetap santun dalam berinteraksi.

Baca Juga:  Rokok Ilegal Menjamur di Warakas, Dekat Bea Cukai dan Polsek: Hukum Seolah Mandul

Teknologi hanyalah sarana. Akhlak menjadi penuntun.

Karena itu, Baiturrahim Islamic Carnival tidak sedang mempertentangkan tradisi dengan modernitas. Sebaliknya, kegiatan ini mempertemukan keduanya: agama sebagai sumber nilai, budaya sebagai identitas, kreativitas sebagai ekspresi, dan teknologi sebagai sarana.

Pada akhirnya, kerinduan masyarakat terhadap karnaval bukan semata kerinduan terhadap keramaian. Lebih dari itu, ada kerinduan terhadap ruang bersama yang membuat budaya tetap hidup, agama tetap membumi, dan kemajuan tetap berpijak pada akhlak.

Sebab, di era digital, akhlak tidak cukup hanya hadir di masjid. Ia juga harus hadir di layar telepon genggam.

Berita Terkait

Gempa 4,3 M Terjadi Di Laut Selatan Sukabumi, Getaran Dirasakan Hingga Cianjur dan Bandung Barat
Pelayanan Makin Digital dan Cepat, Tarif Bea Masuk Masih Jadi Sorotan Pengguna Jasa
Keluarga Amir Biki Desak Pemerintah Pulihkan Nama dan Beri Kompensasi bagi Korban Tanjung Priok 1984
BKT Marunda Kian Memprihatinkan, Jalur Inspeksi Rusak dan Dipenuhi Truk, Pemerintah Tahu?
Keren! Pemuda Rawamalang Sulap Lahan Kosong Jadi Urban Farming dan Budidaya Ikan
Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan
Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri
Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:39 WIB

Gempa 4,3 M Terjadi Di Laut Selatan Sukabumi, Getaran Dirasakan Hingga Cianjur dan Bandung Barat

Minggu, 13 September 2026 - 18:28 WIB

Baiturrahim Islamic Carnival, Merawat Kerinduan pada Karnaval Sarat Nilai

Minggu, 13 September 2026 - 00:50 WIB

Pelayanan Makin Digital dan Cepat, Tarif Bea Masuk Masih Jadi Sorotan Pengguna Jasa

Sabtu, 12 September 2026 - 23:43 WIB

Keluarga Amir Biki Desak Pemerintah Pulihkan Nama dan Beri Kompensasi bagi Korban Tanjung Priok 1984

Sabtu, 12 September 2026 - 14:52 WIB

BKT Marunda Kian Memprihatinkan, Jalur Inspeksi Rusak dan Dipenuhi Truk, Pemerintah Tahu?

Berita Terbaru

TNI – Polri

Kabel Diduga Korslet, Gudang Material di Singosari Terbakar

Senin, 14 Sep 2026 - 14:02 WIB