Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Keluhan warga terkait debu yang diduga berasal dari aktivitas proyek di kawasan KCN kembali menjadi perhatian. Persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan turut dirasakan sejumlah warga di wilayah RW 04, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Selasa, (15/09/2026).
Saat redaksi TeropongRakyat.co mendatangi kawasan Dermaga Nelayan Cilincing yang berada berdekatan dengan area proyek, salah seorang warga menyampaikan keluhan mengenai kondisi debu yang sempat cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
“Parah, kemarin itu sampai pandangan tidak terlihat karena debu. Sudah tiga hari ini, sekarang sudah mendingan,” ujar seorang warga kepada TeropongRakyat.co.
Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan jarak pandang dan kenyamanan. Menurut keterangan warga, terdapat pula masyarakat yang mengeluhkan gangguan pernapasan hingga merasa sesak akibat kondisi udara yang berdebu.
Meski demikian, persoalan ini tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai kesalahan perusahaan. Dampak yang dirasakan masyarakat justru perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagaimana aktivitas proyek tetap dapat berjalan dengan pengendalian dampak yang memadai bagi lingkungan sekitar.
KCN Klaim Sudah Lakukan Upaya Pengendalian
Menanggapi keluhan tersebut, pihak KCN menyampaikan kepada redaksi bahwa perusahaan telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi penyebaran debu dari area proyek.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan penyiraman pada landasan tanah di area proyek. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi tanah tidak terlalu kering dan debu tidak mudah terbawa angin ke kawasan sekitar.
Selain upaya pengendalian debu, pihak KCN juga menyampaikan telah memberikan bantuan kepada warga terdampak di RW 04.
Bantuan tersebut berupa sembako yang disebut telah mencapai sekitar 1.151 paket, dengan penerima berasal dari sejumlah wilayah RT, yakni RT 02, 03, 05, 06, 012, 013, dan 014.
Menurut pihak KCN, pemberian bantuan tersebut berkaitan dengan adanya surat permohonan dari RW 04 yang telah disampaikan kepada perusahaan sejak 17 Juli.
Bukan Sekadar Kompensasi, Penyelesaian Dampak Perlu Dipastikan
Adanya upaya penyiraman dan bantuan kepada warga menunjukkan bahwa persoalan dampak aktivitas proyek telah mendapatkan respons. Namun, persoalan debu yang dirasakan masyarakat tetap membutuhkan penyelesaian yang lebih berkelanjutan.
Bantuan sembako dapat menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi pengendalian sumber debu dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu warga menjadi hal yang tidak kalah penting.
Terlebih, kawasan Dermaga Nelayan Cilincing berada sangat dekat dengan permukiman dan aktivitas masyarakat. Ketika debu meningkat hingga mengganggu jarak pandang atau membuat sebagian warga mengeluhkan sesak napas, tentu diperlukan perhatian serius terhadap langkah pengendaliannya.
Di sisi lain, perusahaan juga memiliki kepentingan agar aktivitas proyek dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, penyelesaian ideal bukan soal mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan memastikan bagaimana dampak dapat dikendalikan, keluhan warga ditindaklanjuti, dan komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat berjalan terbuka.
Pemeriksaan kondisi lingkungan secara berkala, pengendalian debu yang konsisten, serta mekanisme pengaduan warga yang jelas dapat menjadi bagian dari solusi agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Memandang persoalan ini sebagai kepentingan bersama. Aktivitas pembangunan tetap dapat berjalan, sementara masyarakat di sekitar kawasan juga berhak mendapatkan lingkungan yang nyaman dan aman.
Dengan demikian, yang kini menjadi sorotan bukan semata-mata viralnya keluhan warga, melainkan sejauh mana langkah mitigasi yang telah dilakukan dapat benar-benar menekan dampak di lapangan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.



























































