Polemik Pembangunan Pasar Bantar Gebang Bekasi, Pengembang Disorot

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bekasi TeropongRakyat.co – Polemik pembangunan Pasar Bantar Gebang di Kota Bekasi terus bergulir. Kinerja pengembang PT Javana Artha Perkasa disorot karena dinilai gagal menuntaskan proyek sesuai komitmen awal, sehingga berpotensi merugikan pedagang.

Berdasarkan keterangan narasumber pengembang diduga tidak lagi memiliki kapasitas memadai untuk melanjutkan pembangunan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun manajemen proyek.

PT Javana Artha Perkasa disebut bergantung pada pihak lain, termasuk PT Citra Adi Karya, serta kesulitan mencari subkontraktor baru untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.

“Javana sudah tidak mampu membangun, tidak memiliki pegawai yang capable, dan sekarang bergantung pada pihak lain serta kesulitan mencari subkontraktor baru,” ujar Rudi, Sabtu 3/5/2026.

Baca Juga:  Terduga Pelaku Pembunuhan Remaja di Jabung Ditangkap di Kos Kota Malang

Dana dari para pedagang yang diperkirakan mencapai Rp70 miliar disebut telah ditarik. Namun kewajiban pembangunan belum sepenuhnya direalisasikan.

Kondisi fisik bangunan juga jadi sorotan. Progres yang diklaim 70 persen dinilai tidak sesuai fakta lapangan. Sejumlah bagian bangunan bahkan dilaporkan rusak dalam waktu singkat, diduga akibat penggunaan material berkualitas rendah.

“Pembangunan belum selesai, dan klaim 70 persen tidak sesuai fakta. Sudah banyak yang rusak karena diduga pakai material berkualitas rendah,” lanjutnya.

Baca Juga:  PN Malang Gelar Sidang Perkara Tindak Pidana Perzinahan,Pemeriksaan Saksi Berlangsung Tertutup

Sejumlah pekerjaan dilaporkan mangkrak, sementara penggunaan dana proyek dinilai belum transparan. Hal ini memicu kekhawatiran pedagang yang telah berinvestasi.

Rudi menilai kondisi pasar saat ini tidak layak dan tidak sehat. “PT Javana Artha perkasa berpotensi merugikan banyak pedagang. Sekarang terlihat hanya berupaya menyelesaikan pembangunan sekadarnya, bukan sesuai konsep yang disepakati,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, PT Javana Artha Perkasa belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tudingan tersebut. Para pedagang berharap ada kejelasan, transparansi, serta penyelesaian proyek sesuai komitmen awal.*”

Berita Terkait

Dugaan Proyek Pedestrian Rp5,19 M di Bekasi Disorot, BPIKPNPA RI Minta APH Usut Tuntas
BPIKPNPARI Laporkan Dugaan Arogansi Oknum Jaksa Ke Jamwas dan Jamintel, Rahmad Sukendar: Kami Kawal Sampai Tuntas
Klarifikasi Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Saksi Ngaku Diancam Tembak
Bantah Ada Pungli, Saksi Erin Ungkap Kronologi Transfer Rp 80 Juta ke Oknum Disdagperin
Ketum BPIKPNPARI Akan Temui Kapolda Jambi, Desak Tindakan Tegas atas Penyerangan Jurnalis
Yohanes Oci: Dugaan Intimidasi Saksi di Kasus Pungli Pasar Bantar Gebang Dinilai Cederai Prinsip Hukum
Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi, Oknum Operator SPBU Disebut Terima Imbalan
Saksi Ngaku Diancam Tembak, Tubagus Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Periksa Oknum Jaksa

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:47 WIB

Dugaan Proyek Pedestrian Rp5,19 M di Bekasi Disorot, BPIKPNPA RI Minta APH Usut Tuntas

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:23 WIB

Polemik Pembangunan Pasar Bantar Gebang Bekasi, Pengembang Disorot

Selasa, 28 April 2026 - 18:11 WIB

BPIKPNPARI Laporkan Dugaan Arogansi Oknum Jaksa Ke Jamwas dan Jamintel, Rahmad Sukendar: Kami Kawal Sampai Tuntas

Selasa, 28 April 2026 - 13:13 WIB

Klarifikasi Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Saksi Ngaku Diancam Tembak

Selasa, 28 April 2026 - 07:43 WIB

Bantah Ada Pungli, Saksi Erin Ungkap Kronologi Transfer Rp 80 Juta ke Oknum Disdagperin

Berita Terbaru

Breaking News

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:51 WIB