*8 Bulan Lapor KDRT, Korban di Agam Keluhkan Lambannya Penanganan Polres*

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam Sumbar. Teropongrakyat.co* – Seorang istri di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengeluhkan lambannya penanganan laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ia ajukan ke Polres Agam sejak delapan bulan lalu.

Korban, Kurnia Esa Widya Wissa, melaporkan dugaan KDRT ke Polres Agam pada 14 September 2025. Peristiwa diduga terjadi pada Minggu, 14 September 2025 sekitar pukul 11.00 WIB di Jorong Batu Hampar, Nagari Batu Hampar, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Terlapor berinisial D.Z.P.
“Apakah Ditunggu Saya Mati Dulu?”
Korban mengaku kecewa dengan lambannya proses penanganan. Ia mempertanyakan keseriusan penyidik dalam menindaklanjuti laporannya.

“Saya sempat berucap, apakah ditunggu dulu kami perempuan ini mati dianiaya oleh suami yang seharusnya melindungi saya, baru kasus saya diproses oleh kepolisian,” ujarnya kepada awak media, Rabu 13 Mei 2026.

Baca Juga:  Habib Rizieq: Asah Golok Kita Hadapi Pasukan Berani Mati Jokowi?

Korban menambahkan, ia sudah berulang kali datang ke Polres Agam sejak masih hamil hingga kini anaknya berusia empat bulan.

“Sudah capek saya bolak-balik ke Polres itu, Pak. Dari hamil enam bulan hingga sekarang bayi saya berumur empat bulan,” katanya.

Serahkan Video Bukti ke Penyidik.
Korban mengaku telah menyerahkan potongan video saat dirinya diduga dianiaya suami. Video itu juga dikirimkan kepada awak media melalui WhatsApp.

“Ini potongan video ketika saya dicekik dan diseret waktu saya hamil itu, Pak,” ujarnya.

Menurut korban, video berdurasi 0,9 detik tersebut merupakan bagian awal yang telah dipotong. Video lengkapnya sudah ia serahkan melalui flashdisk kepada penyidik yang saat itu menangani kasusnya, Brigpol Putri Sri Wahyuni.

Baca Juga:  Operasi Gabungan Konsisten Tekan Peredaran BKC Ilegal di Kabupaten Malang

“Hingga hari ini setiap saya datang ke Polres Agam dan bertanya, ‘kemana Ibu Putri yang menangani kasus saya?’, jawaban mereka Ibu Putri sedang cuti melahirkan,” ungkap korban.
Dugaan Kasus Lain Disampaikan Korban.
Selain KDRT, korban juga menyampaikan dugaan lain terkait suaminya. Ia menyebut suaminya diduga terlibat dalam jual beli BBM subsidi secara ilegal.

“Suami saya juga diduga pelaku jual beli BBM subsidi milik negara secara ilegal,” katanya.

Belum Ada Tanggapan Polres Agam Teropongrakyat.co telah berupaya mengonfirmasi pihak penyidik Polres Agam melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi .**

 

Berita Terkait

Kejar Minibus Silver, Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran 183 Ribu Batang Rokok Ilegal
Operasi Senyap Dini Hari, Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran Ribuan Botol Arak Bali Ilegal di Blitar
Hot Pursuit di Tol Pandaan-Malang, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 281 Ribu Batang Rokok Ilegal
Kapolri Diminta Turun Tangan! Polda Jateng dan Kejati Dinilai Diam Soal Maraknya Galian C Ilegal di Pati
Yohanes Oci: Mangkraknya Pasar Bantargebang Bukti Lemahnya Akuntabilitas Pemkot Bekasi
8 Bulan Lapor KDRT, Suami Korban Belum Jadi Tersangka dan Masih Bebas Berkeliaran
Heboh! Sejumlah Pedagang Alun-Alun Kota Batu, Beberkan Bukti Transfer Dugaan Jual Beli Stan, Serahkan ke Polisi
Kejar-kejaran Tengah Malam, Bea Cukai Malang Sita 464 Ribu Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:18 WIB

*8 Bulan Lapor KDRT, Korban di Agam Keluhkan Lambannya Penanganan Polres*

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:57 WIB

Operasi Senyap Dini Hari, Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran Ribuan Botol Arak Bali Ilegal di Blitar

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:35 WIB

Hot Pursuit di Tol Pandaan-Malang, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 281 Ribu Batang Rokok Ilegal

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:04 WIB

Kapolri Diminta Turun Tangan! Polda Jateng dan Kejati Dinilai Diam Soal Maraknya Galian C Ilegal di Pati

Senin, 11 Mei 2026 - 12:00 WIB

Yohanes Oci: Mangkraknya Pasar Bantargebang Bukti Lemahnya Akuntabilitas Pemkot Bekasi

Berita Terbaru