Nadiem Makarim Terjerat Korupsi Chromebook: Ironi di Balik Ambisi Digitalisasi Pendidikan

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nadiem Makarim Terjerat Korupsi Chromebook: Ironi di Balik Ambisi Digitalisasi Pendidikan - Teropong Rakyat

Oleh: Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C BJ.

Jakarta – Teropongrakyat.co – 4  September 2025 – Penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook senilai hampir 2 triliun rupiah menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan Indonesia. Ironisnya, kasus ini justru menimpa sosok yang selama ini dikenal sebagai motor penggerak digitalisasi pendidikan. Pertanyaannya, mengapa ambisi mulia ini justru berujung pada skandal korupsi yang merugikan negara?

Nadiem Makarim, dengan latar belakang sebagai pengusaha teknologi, membawa angin segar ke Kemendikbudristek. Ia mencanangkan program digitalisasi pendidikan dengan harapan meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri. Chromebook, sebagai perangkat yang relatif murah dan mudah digunakan, dipilih sebagai salah satu solusi untuk mewujudkan visi tersebut.

Namun, di balik ambisi tersebut, terdapat sejumlah kejanggalan yang mengarah pada praktik korupsi. Pertemuan-pertemuan tertutup dengan Google Indonesia, penguncian spesifikasi Chrome OS dalam juknis dan Permendikbud, hingga pengabaian hasil uji coba sebelumnya yang menunjukkan ketidakcocokan Chromebook untuk daerah 3T, menjadi indikasi adanya upaya sistematis untuk mengarahkan proyek pengadaan kepada produk tertentu.

Baca Juga:  Kejar-kejaran Tengah Malam, Bea Cukai Malang Sita 464 Ribu Batang Rokok Ilegal

Kasus ini juga membuka pertanyaan mendasar tentang tata kelola dan pengawasan di Kemendikbudristek. Bagaimana mungkin proyek pengadaan dengan nilai fantastis bisa lolos dari pengawasan yang ketat? Mengapa pejabat-pejabat terkait tidak berani bersuara ketika melihat adanya potensi penyimpangan?

Lemahnya tata kelola dan pengawasan ini menjadi celah bagi oknum-oknum tertentu untuk memanfaatkan program digitalisasi pendidikan demi kepentingan pribadi. Akibatnya, tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan justru ternodai oleh praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.

Skandal korupsi Chromebook ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga memiliki implikasi jangka panjang bagi dunia pendidikan Indonesia. Kepercayaan publik terhadap pemerintah dan program-program pendidikan akan menurun. Semangat para guru dan siswa untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran juga bisa terpengaruh.

Baca Juga:  Gudang Oli Palsu di Tangerang Diduga Kebal Hukum, Aktivis Desak Mabes Polri Bertindak

Selain itu, kasus ini juga menjadi preseden buruk bagi upaya digitalisasi pendidikan di masa depan. Pemerintah harus belajar dari kesalahan ini dan memperbaiki tata kelola serta pengawasan agar program-program pendidikan tidak lagi menjadi lahan korupsi.

Penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk berbenah diri. Evaluasi menyeluruh terhadap program digitalisasi pendidikan harus dilakukan. Tata kelola dan pengawasan harus diperketat. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap proyek pengadaan.

Hanya dengan langkah-langkah tersebut, kita dapat memastikan bahwa program digitalisasi pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak lagi menjadi lahan korupsi yang merugikan negara.

Nadiem Makarim Terjerat Korupsi Chromebook: Ironi di Balik Ambisi Digitalisasi Pendidikan - Teropong Rakyat

Penulis adalah Pendiri  DPP PENA (Dewan Pimpinan Pusat Penulis dan Editor Indonesia) tinggal di Jakarta.

Berita Terkait

Ketum BPI KPNPA RI Desak Kapolda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Kanit Reskrim Polres Merangin
BPI KPNPA RI Dorong Satgas PKH Buka Hasil Uji Lab 25 Kontainer PT PMM ke Publik
Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan
Bea Cukai Malang Gagalkan Pengiriman 49.400 Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp36,9 Juta
DLHK Kabupaten Tangerang Diduga Bakar Uang Rp 1,4M untuk Fasilitas Sampah yang Nggak Dipakai
Merasa Terancam, Wartawan Berhak Melapor dan Meminta Perlindungan Polisi
Jika Bupati Rohil Lolos dengan Ijazah Bermasalah, Maka 10 Bupati Lain di Indonesia Akan Ikut-ikutan! “KPK dan Tim Monev, Hentikan Efek Domino ini dengan Sidik!”
PT Mitra Pelabuhan Mandiri Tempuh Jalur PTUN Terkait Kebijakan Bupati Aceh Barat

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:45 WIB

Ketum BPI KPNPA RI Desak Kapolda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Kanit Reskrim Polres Merangin

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:20 WIB

BPI KPNPA RI Dorong Satgas PKH Buka Hasil Uji Lab 25 Kontainer PT PMM ke Publik

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:38 WIB

Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:09 WIB

Bea Cukai Malang Gagalkan Pengiriman 49.400 Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp36,9 Juta

Senin, 29 Juni 2026 - 16:16 WIB

DLHK Kabupaten Tangerang Diduga Bakar Uang Rp 1,4M untuk Fasilitas Sampah yang Nggak Dipakai

Berita Terbaru